Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tolak Utusan Khusus Trump, Iran Kirim Serangan Rudal 3 Jam Nonstop: Kami Tidak Akan Menghentikan Perang Ini

 Tambahkan logo Repelita

Repelita Teheran - Pemerintah Iran menolak mentah-mentah permintaan dari utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steven Witkoff, terkait penghentian konflik.

Dari kanal YouTube Kompas diberitakan bahwa ada dua pesan yang ditolak oleh Teheran, salah satunya mengenai gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak mengakui klaim kemenangan sepihak yang selama ini digaungkan Washington.

Alih-alih menyetujui penghentian tembak-menembak, Teheran justru memberi sinyal untuk melanjutkan gempuran dan mempertahankan kendali di Selat Hormuz.

Republik Islam itu pun menegaskan bahwa konflik hanya akan berakhir melalui perjanjian perdamaian permanen dengan jaminan tidak ada agresi baru terhadap Iran.

Perlawanan yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Iran dilaporkan melancarkan serangan intens ke wilayah Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam mengklaim militernya menembakkan rudal terus-menerus selama lebih dari tiga jam.

Tak hanya itu, Teheran juga disebut mengerahkan Rudal Khaibar dalam jumlah terbesar yang pernah dilakukannya sepanjang sejarah.

Militer Iran menegaskan tidak akan menghentikan serangan sampai ancaman benar-benar hilang dari kawasan.

Serangan ini dilaporkan menghantam sejumlah lokasi strategis termasuk pusat komunikasi dan aset militer Israel.

Selain itu, fasilitas militer Amerika Serikat di Irak juga menjadi sasaran gempuran rudal Iran.

IRGC juga mengancam untuk memblokir Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika dan Israel.

Presiden Amerika Donald Trump kembali sesumbar bahwa pihaknya bakal melancarkan serangan dua puluh kali lebih berat terhadap Iran jika rute strategis itu masih diblokade.

Namun IRGC membalas tekanan tersebut dengan ancaman untuk terus melakukan blokade sampai Amerika Serikat benar-benar menghentikan serangannya ke Teheran.

Blokade ini pun membuat ratusan kapal industri dan minyak terpaksa menunda pelayarannya di perairan Teluk.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani juga telah menegaskan bahwa pihaknya tak akan kompromi dengan Amerika.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS," tegasnya dalam pernyataan resmi.

Ali juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Donald Trump tentang negaranya dengan nada pedas.

Ia menyebut Trump khawatir dengan dampak kerugian dari tindakannya menyerang Teheran.

"Dia sekarang khawatir tentang kerugian lebih lanjut dari tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, dia telah mengubah slogan 'Amerika Pertama' menjadi 'Israel Pertama' dan mengorbankan pasukan Amerika untuk nafsu kekuasaan Israel," sindir Ali.

Sementara itu pejabat militer Teheran lainnya mengatakan mereka akan terus menyerang aset Amerika di kawasan tersebut.

Mereka juga akan menargetkan posisi Israel di wilayah pendudukan sampai musuh belajar dari kesalahannya.

"Kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan mundur atau membiarkan Amerika Serikat pergi tanpa konsekuensi. Kami tidak akan menghentikan perang ini," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari.

Menurutnya Republik Islam ini akan terus melanjutkan perang hingga lautan dipenuhi peti mati perwira, bintara, dan tentara Amerika yang dikirim kembali ke Amerika Serikat.

“Bagi kami tidak masalah berapa lama perang ini berlangsung. Kami sudah pernah mengalami perang delapan tahun sebelumnya. Kami akan mengakhiri perang ini hanya ketika kami telah mencapai tujuan kami dan memaksa musuh untuk menyesali tindakan memalukannya.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved