
Repelita Jakarta - Juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder menyatakan bahwa senjata pertama yang diluncurkan dari laut dalam operasi tersebut adalah rudal Tomahawk yang ditembakkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Caine dalam sesi pengarahan di Pentagon dan dikutip oleh The New York Times.
Analisis independen dari kelompok investigasi sumber terbuka Bellingcat juga mengonfirmasi penggunaan rudal Tomahawk untuk menyerang fasilitas Korps Pengawal Revolusi Islam di dekat lokasi sekolah.
Kelompok tersebut melaporkan munculnya asap tebal dari area sekolah tepat sebelum rudal mengenai sasaran.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari menimpa Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh dan menewaskan lebih dari 170 orang.
Mayoritas korban adalah anak-anak sekolah sesuai pernyataan pejabat Iran.
UNESCO mengutuk insiden tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap ketentuan hukum humaniter internasional yang melindungi fasilitas pendidikan.
Badan PBB itu menyerukan dilakukannya penyelidikan mendalam dan menyeluruh atas kejadian tersebut.
Hingga saat ini belum ada pihak mana pun yang secara resmi mengakui atau mengklaim tanggung jawab atas serangan mematikan itu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

