Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Nah, Lho! Iran Segera Umumkan Pemimpin Tertinggi Baru, Apa Dampak bagi AS dan Israel?

 

Repelita Teheran - Di tengah konflik yang kian memanas dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran akan segera mengumumkan Pemimpin Tertinggi barunya melalui Majelis Pakar yang telah melakukan pemungutan suara.

Majelis Pakar sebagai lembaga beranggotakan 88 ulama terpilih bertugas memilih, mengawasi, dan jika perlu memberhentikan pemimpin tertinggi dari Teheran dalam proses suksesi yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

Namun situasi saat ini jauh dari normal karena Teheran sedang dalam perang terbuka melawan Israel dan AS dengan serangan balasan Iran yang telah menewaskan ratusan personel musuh.

Tel Aviv disebut hancur lebur oleh rudal hipersonik Iran sementara pangkalan-pangkalan AS di kawasan terbakar, sehingga Majelis Pakar dipaksa bekerja cepat menentukan pengganti Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

  • Ayatollah Alireza Arafi merupakan ulama modern yang fasih berbahasa Inggris dan Arab, pernah bertemu Paus di Vatikan, dan saat ini menjabat sebagai kepala dewan kepemimpinan sementara.
  • Ayatollah Mohammad Bagher Qalibaf adalah mantan komandan IRGC yang kini menjabat sebagai ketua parlemen Iran dan memiliki pengaruh kuat di kalangan militer.
  • Ayatollah Ebrahim Raisi merupakan mantan presiden yang dikenal dekat dengan Khamenei dan memiliki basis dukungan luas di kalangan konservatif.
  • Ayatollah Sadeq Larijani adalah mantan kepala yudisial dengan pengaruh kuat di kalangan konservatif dan memiliki rekam jejak panjang di lembaga peradilan Iran.

Nama pemimpin baru tinggal menunggu waktu untuk diumumkan kepada publik Iran dan seluruh dunia.

Siapa pun yang terpilih akan langsung menghadapi tantangan terbesar dalam sejarah Republik Islam yaitu memimpin negara di tengah perang dengan ancaman pembunuhan dari Israel.

Menteri Pertahanan Israel secara terbuka mengatakan bahwa siapa pun yang mereka pilih akan menjadi target untuk dieliminasi sebagai deklarasi kebijakan resmi negara tersebut.

Israel memiliki sejarah panjang dalam operasi pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir dan komandan militer Iran, namun baru pertama kali ini mereka mengumumkan niat membunuh kepala negara secara terang-terangan.

  • Negara sedang dalam perang melawan dua musuh terkuat di dunia yaitu Amerika Serikat dan Israel yang memiliki teknologi militer canggih.
  • Ibu kota dan pangkalan militer Iran menjadi sasaran serangan setiap hari tanpa henti dari pasukan koalisi musuh.
  • Sekutu seperti Inggris dan Spanyol mulai menjauh dari Amerika Serikat meskipun tekanan dari Washington tetap ada terhadap Teheran.
  • Ancaman pembunuhan diumumkan secara terbuka oleh Menteri Pertahanan Israel yang menyatakan akan mengeliminasi pemimpin baru Iran.
  • Mata-mata Mossad dan CIA kemungkinan besar sudah bergerak di dalam negeri Iran untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.
  • Faksi-faksi internal di Iran mungkin mencoba memanfaatkan situasi transisi kepemimpinan untuk kepentingan kelompok mereka.
  • Ekonomi Iran berada dalam tekanan berat akibat sanksi internasional dan perang berkepanjangan yang menguras sumber daya negara.

Siapa pun yang menerima jabatan ini tahu bahwa nyawanya tidak akan pernah aman lagi karena harus hidup dalam perlindungan ketat dan jarang muncul di publik.

  • Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi, tetapi sumber intelijen menyebut bahwa CIA dan militer AS bersiaga penuh untuk kemungkinan serangan balasan dari Iran.
  • Rusia mengecam ancaman Israel dan menyerukan agar semua pihak menghormati kedaulatan Iran, sambil menawarkan bantuan mengamankan proses transisi kepemimpinan di Teheran.
  • Cina menyerukan ketenangan dan solusi diplomatik karena Beijing khawatir eskalasi akan mengganggu pasokan energi dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
  • Uni Eropa terbelah dengan beberapa negara mendukung hak Israel untuk membela diri, sementara yang lain mengecam ancaman pembunuhan terhadap pemimpin negara yang berdaulat.
  • PBB melalui Sekretaris Jenderal menyerukan penghentian segera kekerasan dan memperingatkan bahwa ancaman pembunuhan terhadap pemimpin negara adalah pelanggaran hukum internasional.
  • Negara-negara Teluk berada dalam kepanikan karena mereka berada di garis depan dan bisa menjadi sasaran jika konflik meluas di kawasan Timur Tengah.
  • Skenario pertama jika Iran mengumumkan pemimpin baru dan Israel langsung menyerang, maka Iran pasti akan membalas dengan kekuatan penuh dan perang akan memasuki fase paling berdarah.
  • Jika Israel benar-benar melaksanakan ancamannya, Teheran dipastikan akan merespons dengan serangan balasan yang menghancurkan target-target strategis musuh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved