Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Penggerebekan Warga di Konter Ponsel Aceh Barat Viral, Dugaan Rayuan Mesum Karyawati Berujung Peringatan Keras

 

Repelita Meulaboh - Jagat media sosial diramaikan oleh penyebaran video penggerebekan di sebuah konter ponsel di Kabupaten Aceh Barat sehingga nama karyawati Dea Store Meulaboh menjadi sorotan utama warganet.

Banyak pengguna internet kemudian mencari rekaman asli kejadian tersebut untuk memahami secara lengkap apa yang sebenarnya berlangsung di lokasi itu.

Berbagai spekulasi bermunculan setelah video amatir itu menyebar luas di sejumlah platform karena peristiwa berlangsung pada Jumat dini hari 27 Februari 2026.

Kejadian itu terjadi di Gampong Panggong Kecamatan Johan Pahlawan tepatnya di sebuah konter smartphone di Jalan Teuku Umar yang sebelumnya sudah menimbulkan kecurigaan warga setempat.

Dani selaku Tuha Peut Gampong Panggong menjelaskan bahwa kecurigaan timbul karena meskipun toko telah tutup seorang karyawati masih berada di dalam ruangan.

Tidak lama kemudian pemilik konter pria berusia sekitar empat puluh tahun yang berasal dari luar Aceh Barat datang dan masuk ke dalam toko pada larut malam.

Laki-lakinya berusia 40 tahun orang luar Aceh Barat sementara perempuan berusia 20 tahun dan mengaku orang Medan jadi kedai sudah tutup perempuan itu belum pulang kemudian masuk bosnya ke dalam toko makanya pemuda curiga ujar Dani dikutip dari AJNN pada Minggu 8 Maret 2026.

Karena kecurigaan yang sudah lama muncul sejumlah pemuda mendatangi lokasi secara bersama-sama menjelang waktu imsak.

Saat pintu konter dibuka ruangan terlihat gelap dan tertutup sehingga warga langsung menanyai dua orang yang berada di dalam.

Setelah dilakukan pengecekan warga tidak menemukan bukti bahwa tindakan asusila benar-benar terjadi di tempat tersebut.

Meski demikian dari hasil interogasi diketahui bahwa keduanya sempat membicarakan kemungkinan melakukan tindakan terlarang.

Cuma mereka sempat berdiskusi akan mengarah pada hal tersebut toko hanya satu ruangan saat kita tanya kepada perempuannya dia sedang dirayu oleh laki-laki tersebut dengan iming-iming sejumlah uang agar bisa pulang kampung kata Dani.

Warga yang mengenal kedua pihak memastikan perempuan tersebut bukan istri sah dari pria yang sudah berkeluarga dengan keluarganya berada di Kabupaten Pidie.

Akibat kejadian itu warga memberikan peringatan keras kepada pemilik konter sementara perempuan yang disebut berasal dari Medan diminta meninggalkan kawasan Gampong Panggong.

Setelah insiden rekaman video penggerebekan menyebar luas di berbagai platform media sosial terutama TikTok sehingga memicu pencarian kata kunci karyawati Dea Store Meulaboh.

Dalam rekaman terlihat seorang perempuan berbaju merah berhijab hitam digiring keluar oleh warga dari dalam konter dengan situasi sempat memanas karena kerumunan semakin bertambah.

Kasus kemudian diserahkan kepada Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat untuk ditangani sesuai aturan syariat Islam yang berlaku di daerah tersebut.

Proses penanganan masih berlangsung dengan pendalaman lebih lanjut sebelum langkah hukum selanjutnya diambil.

Ketua Pemuda Gampong Panggong Kamarzan memberikan klarifikasi pada Minggu 2 Maret 2026 bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar dan dianggap sebagai hoaks.

Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam toko namun faktanya saat kejadian di dalam toko terdapat lima orang dan tiga orangnya merupakan keluarga ujar Kamarzan sebagaimana dikutip dari akun Instagram aceh.viral.

Kamarzan menjelaskan bahwa insiden sekitar pukul empat pagi tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama melalui musyawarah.

Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dan sangat merugikan banyak pihak klarifikasi sudah dilakukan sejak awal kejadian dan permasalahan telah clear tegasnya.

Ia menilai kabar yang beredar telah mencoreng nama baik Gampong Panggong serta merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel Shopee Cell maupun admin toko yang bekerja di tempat tersebut.

Kamarzan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya terutama dari akun anonim atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengajak warga untuk lebih bijak menggunakan media sosial khususnya di bulan Ramadan agar terhindar dari penyebaran fitnah dan hoaks.

Semoga dengan klarifikasi ini masyarakat dapat memahami bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved