Repelita Jakarta - Mayor Pnb Marko Andersen, seorang pilot tempur kebanggaan TNI Angkatan Udara, menegaskan bahwa kebinekaan bukanlah sekadar slogan kosong dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon ini menyampaikan bahwa identitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dan penting bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Meskipun demikian, pria berdarah Tionghoa kelahiran Jakarta itu mengingatkan bahwa dari sekian banyak identitas yang ada, terdapat satu hal fundamental yang harus menyatukan seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, ikatan kebangsaan sebagai orang Indonesia adalah perekat utama yang mampu mengatasi segala perbedaan latar belakang suku, ras, dan agama.
"Saya meyakini bahwa kebinekaan bukan sekadar slogan, tetapi merupakan fondasi utama dari kepercayaan dan bangsa yang saling percaya adalah bangsa yang kuat," ujar Marko dalam sebuah kesempatan.
Lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012 ini menjadi satu dari delapan perwira muda angkatannya yang berhasil terpilih untuk bergabung ke dalam skadron tempur elit TNI AU.
Kariernya di dunia penerbangan militer terus menanjak hingga akhirnya ia dipercaya untuk menerbangkan pesawat tempur supersonik F-16 yang menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia.
Marko mengisahkan bahwa cita-citanya untuk menjadi seorang pilot tempur telah tertanam kuat dalam benaknya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Dengan tekad bulat dan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, ia memberanikan diri mendaftar di Akademi Angkatan Udara tanpa rasa ragu sedikit pun.
Ia mengaku tidak pernah merasa khawatir meskipun dirinya berasal dari keluarga peranakan Tionghoa yang tidak memiliki latar belakang sebagai prajurit.
Keyakinannya terbukti ketika ia berhasil lolos semua tahapan seleksi dan akhirnya dilantik menjadi perwira muda TNI AU yang membanggakan keluarganya.
Saat ini, Marko menjadi satu-satunya anggota keluarga besarnya yang memilih jalan hidup sebagai prajurit dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada negara.
Kisah perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa putra-putri bangsa dari seluruh penjuru Nusantara dan semua latar belakang memiliki hak yang sama untuk membela tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

