Repelita Jakarta - Nama Habib Bahar bin Smith kembali menjadi perbincangan setelah muncul dugaan kekerasan terhadap seorang anggota Banser bernama Rida yang mencuat ke publik.
Peristiwa ini memicu perdebatan luas mengenai rekam jejak kasus serupa yang sering menyeret nama penceramah tersebut dalam berbagai insiden.
Dalam kanal YouTube pribadinya Guru Gembul mempertanyakan alasan di balik pola berulang dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Habib Bahar.
Ia menyatakan apa sebenarnya yang ada dalam benak pikiran Habib Bahar sampai beliau selalu dan berulang-ulang menjadi sorotan media karena melakukan tindakan-tindakan dan aksi kekerasan.
Menurut penuturan dalam video tersebut insiden bermula setelah ceramah ketika sejumlah jamaah hendak bersalaman namun korban Rida ditahan pengawal lalu mengalami kekerasan fisik.
Korban mengaku mengalami penyekapan dan penganiayaan di dalam ruangan serta menyatakan yang pertama mukul saya di bagian kepala habis itu menyekap saya pakai handuk basah saya sampai tidak bisa napas jatuh ke lantai.
Ia melanjutkan di lantai itu saya baru bisa napas lalu langsung disiram lagi serta pelaku terus bertanya kamu siapa sebenarnya saat kejadian berlangsung.
Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian namun Habib Bahar hingga kini belum ditahan dengan pertimbangan sebagai tulang punggung keluarga serta alasan kesehatan karena menjalani rawat jalan.
Guru Gembul juga menyinggung sejumlah kasus lama yang pernah menyeret nama Habib Bahar mulai dari dugaan kekerasan terhadap santri tuduhan persoalan pribadi hingga kasus pemukulan dan persekusi.
Ia mempertanyakan kenapa ia selalu tampil di media dengan citra negatif mengapa tidak menunjukkan citra positif.
Dalam analisanya Guru Gembul menyampaikan dugaan adanya kemungkinan gangguan psikologis sembari menegaskan bahwa diagnosis tetap harus dilakukan oleh profesional.
Ia menyatakan saya pikir bahwa Habib Bahar mengalami gangguan mental atau gangguan kejiwaan namun tentu penilaian semacam itu harus didasarkan pada pemeriksaan profesional.
Guru Gembul menyebut indikasi yang mengarah pada gejala paranoid dan narcissistic disorder salah satunya rasa curiga berlebihan terhadap orang lain.
Ia menjelaskan ini bisa ditafsirkan sebagai rasa takut berlebihan bahwa dirinya sedang diancam pihak lain merujuk pada pertanyaan berulang kepada korban kamu siapa sebenarnya.
Meski demikian ia kembali menegaskan bahwa semua dugaan tersebut bukanlah diagnosis medis melainkan hanya analisis awal berdasarkan pengamatan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

