
Repelita Jakarta - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya mengenai kesiapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan awal yang menjadi bahan pembicaraan publik tersebut disampaikannya dalam dua sesi podcast yang berbeda.
Dalam kedua rekaman percakapan tersebut, Ahmad Ali secara konsisten membahas mengenai hubungan baik antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
Pembahasan juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kepemimpinan nasional yang kini diwakili oleh duet Prabowo dan Gibran.
Klarifikasi ini diperlukan karena judul-judul pemberitaan yang beredar dinilai berpotensi menimbulkan asumsi yang berbeda dari substansi pembicaraan sebenarnya.
Menurut penilaian Ahmad Ali, kutipan yang diangkat oleh berbagai media tidak mencerminkan konteks percakapan secara utuh dan menyeluruh.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” tegas Ahmad Ali dalam siaran tertulisnya.
Terkait figur Gibran Rakabuming Raka yang hangat diperbincangkan, ia menegaskan bahwa Wakil Presiden tersebut memiliki potensi dan kapasitas kerja yang sangat kuat.
“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja,” ungkapnya.
“Itu kualitas yang nyata,” tambah Ketua Harian DPP PSI tersebut.
Ia memberikan penekanan khusus bahwa Prabowo Subianto tidak mungkin memilih seorang pendamping tanpa mempertimbangkan potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa.
“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas,” sebut Ahmad Ali.
“Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” jelasnya lebih lanjut.
Dalam klarifikasi ini, Ahmad Ali dengan tegas menyatakan bahwa pembahasan dalam podcast tersebut sama sekali bukan merupakan spekulasi politik menuju Pemilihan Presiden 2029.
Fokus utama yang ingin disampaikan justru adalah penekanan pada kerja nyata pemerintahan ke depan dan berbagai agenda prioritas nasional.
“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia,” terang Ahmad Ali.
“Beliau belum memikirkan 2029,” lanjutnya.
“Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tutupnya menegaskan orientasi kerja pemerintahan yang akan datang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

