Repelita Jakarta - Pelapor terbaru terhadap Pandji Pragiwaksono adalah perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah Banten bernama KH Matin Syarkowi.
Laporan tersebut diajukan pada hari Kamis tanggal dua puluh dua Januari dua ribu dua puluh enam dengan dugaan pelanggaran penistaan agama.
Matin Syarkowi menjelaskan bahwa pelaporan dilakukan untuk meminta klarifikasi atas materi komedi yang disampaikan Pandji di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dia menyoroti penggunaan diksi yang mengaitkan antara orang yang rajin salat dengan persoalan kepemimpinan dalam konten komedi tersebut.
Dalam materinya Pandji disebut mempertanyakan apakah orang yang rajin menjalankan salat secara otomatis menjadi pribadi yang baik.
Menurut keyakinan umat Islam orang yang taat beribadah salat dijamin akan menjadi orang baik berdasarkan dalil dari Al Quran.
Perbandingan yang dibuat oleh Pandji dinilai tidak tepat dan dianggap telah mencederai nilai nilai ibadah dalam agama.
"Pelecehan terhadap satu peribadatan agama dengan analogi yang tidak apple to apple dan kemudian hadirin tertawa itu artinya sedang mentertawakan perumpamaan orang yang rajin salat itu belum tentu baik dan goblog," tegas Matin Syarkowi.
Aktivis buruh dengan akun media sosial @kafiradikalis mengungkapkan jejak digital dari pelapor tersebut.
Ternyata KH Matin Syarkowi merupakan pendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden tahun dua ribu sembilan belas.
Dia juga tercatat memberikan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka selama proses Pemilihan Presiden tahun dua ribu dua puluh empat.
Pelapor ini sebelumnya juga pernah melaporkan seorang aktivis bernama Mahesa yang vokal menentang proyek pagar laut PIK dua Tangerang.
Aktivis Mahesa akhirnya divonis satu tahun penjara dan denda dua ratus juta rupiah atas kasus ujaran kebencian tersebut.
"Ternyata pelapor Pandji adalah yang akrab dengan keluarga Mulyono dan yang memenjarakan orang yang vokal menentang pagar laut," ujar aktivis buruh tersebut.
Cuplikan video yang mengungkap jejak digital Matin Syarkowi dapat diakses melalui berbagai platform media sosial.
Pengguna dengan akun @WAHYU_UNIFORM juga telah membagikan informasi serupa pada tanggal dua puluh tiga Januari.
Informasi tersebut semakin menguatkan pola pelaporan yang dialami oleh para pengkritik tertentu di Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok


