Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketua PP Muhammadiyah Nilai Dewan Perdamaian Gaza Trump Tidak Akan Wujudkan Kemerdekaan Palestina

 

Repelita Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyatakan inisiatif mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian Gaza tidak akan mampu menciptakan perdamaian sejati.

Menurut penilaiannya, gagasan tersebut justru berpotensi melemahkan perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dalam jangka panjang.

Trump sebelumnya menggagas pembentukan dewan tersebut dengan tujuan menyusun kerangka kerja rekonstruksi Gaza.

Dewan juga dimaksudkan untuk mengoordinasikan pendanaan pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat agresi Israel.

Klaim yang disampaikan adalah dewan akan membantu mengembalikan otoritas Palestina memimpin Gaza secara aman dan efektif.

Namun Anwar Abbas mempertanyakan ketulusan Amerika Serikat dalam inisiatif perdamaian ini dengan sikap kritis.

Ia menegaskan AS memiliki tanggung jawab besar atas kehancuran Gaza karena selalu berada di belakang Israel.

“Dilihat dari sisi tujuan, gagasan Trump tampak menarik karena dewan ini akan memikirkan bagaimana Gaza yang sudah porak-poranda akibat dibom Israel dapat dibangun kembali. Tetapi pertanyaannya, bukankah Amerika telah ikut menghancurleburkan Gaza karena selalu berada di belakang Israel,” katanya dalam keterangan tertulis pada Sabtu 24 Januari 2026.

Ia juga mempertanyakan alasan Amerika mengajak negara lain membiayai rekonstruksi padahal memiliki andil besar dalam konflik.

Anwar Abbas meragukan apakah setelah pembangunan selesai Amerika dan Israel akan menyerahkan pengelolaan Gaza.

Kekhawatirannya adalah Palestina tidak akan mendapatkan kedaulatan penuh atas wilayah yang dibangun kembali.

“Jawabannya jelas tidak, karena Donald Trump tidak akan mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ucapnya dengan tegas.

Anwar Abbas mengingatkan rekam jejak Trump saat menjabat Presiden AS periode 2017 hingga 2021 dinilai sangat merugikan.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak.

Pemindahan Kedutaan Besar AS ke kota tersebut juga menjadi bukti keberpihakan kepada Israel.

Ia mempertanyakan sikap sejumlah negara Timur Tengah yang disebut mendukung Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump.

Menurutnya langkah tersebut berisiko melemahkan posisi politik Palestina di mata dunia internasional.

“Rasanya, apa yang dilakukan oleh Trump bersama dewan yang ia bentuk hanya akan memperlemah dan merugikan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka dan berdaulat,” katanya.

Anwar Abbas menambahkan penolakan terang-terangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap berdirinya negara Palestina.

Fakta tersebut semakin memperjelas bahwa Dewan Perdamaian Gaza tidak memiliki landasan politik yang adil.

“Kesimpulannya, Dewan Perdamaian Gaza tidak dapat diharapkan untuk menciptakan perdamaian di Gaza. Bahkan, yang mungkin terjadi justru sebaliknya,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Pusat tersebut.

Ia menegaskan rakyat Gaza tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik berupa gedung atau jembatan megah.

Kebutuhan paling mendasar adalah berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sepenuhnya.

Hal ini dinilainya jelas tidak diinginkan oleh Donald Trump maupun Benjamin Netanyahu berdasarkan sikap politik mereka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved