Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bill Clinton Kecam Pemerintahan Trump atas Penembakan Perawat dan Dugaan Penyesatan Publik

 12-2-1999: Presiden Bill Clinton Bebas dari Dua Pasal Pemakzulan

Repelita Washington DC - Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyuarakan kritik keras terhadap respons pemerintahan Presiden Donald Trump atas insiden penembakan yang menewaskan seorang perawat.

Korban penembakan tersebut adalah Alex Pretti, seorang perawat yang tewas di tangan petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat di Minneapolis.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan secara daring pada Minggu (25/1/2026), Clinton menyatakan bahwa pemerintahan saat ini telah membohongi publik tentang kejadian sebenarnya.

Ia menggambarkan adegan kekerasan yang terjadi di Minneapolis sebagai suatu peristiwa yang sulit dibayangkan akan terjadi di Amerika Serikat.

Insiden yang terekam video dan menjadi viral itu menunjukkan Pretti sedang merekam tindakan petugas saat ia ditembak oleh agen federal.

“Untuk membuat keadaan lebih buruk lagi, di setiap kesempatan, pemerintahan yang berkuasa telah berbohong kepada kita,” tegas Clinton.

“Mengatakan agar kita tidak mempercayai apa yang telah kita lihat dengan mata kita sendiri,” tambah mantan Presiden Amerika Serikat tersebut.

Pernyataannya dikutip dari publikasi Tabloid Deadline pada Senin (26/1/2026) waktu setempat.

Clinton menilai bahwa tindakan penegakan hukum oleh pemerintah federal merefleksikan eskalasi kekerasan yang semakin mengkhawatirkan.

Ia juga menyampaikan kritik tajam terhadap cara pemerintah merespons kejadian tersebut, termasuk upaya mengabaikan bukti visual yang telah tersebar luas.

Menurut Clinton, pemerintah berusaha menjelaskan peristiwa itu dengan narasi politik yang penuh kontradiksi dan tidak sesuai fakta.

Anggota pemerintahan bahkan disebut berupaya melabeli Pretti sebagai teroris domestik sebelum investigasi independen dilakukan.

Analisis dari berbagai komentator independen menunjukkan bahwa Pretti hanya memegang telepon genggam, bukan senjata, saat konfrontasi terjadi.

Komentar Clinton ini merupakan salah satu kritik paling keras yang ia sampaikan kepada publik dalam beberapa tahun terakhir.

Kritik tersebut terutama ditujukan terhadap cara penegakan hukum menangani protes dan tindakan kekerasan di bawah kepemimpinan Trump.

Clinton juga memperingatkan tentang pentingnya menjaga kebebasan yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua setengah abad.

Menurutnya, jika rakyat Amerika Serikat menyerahkan kebebasan tersebut, maka kemungkinan besar kebebasan itu tidak akan pernah kembali.

Ia menyerukan agar warga tetap waspada dan berkomitmen mempertahankan prinsip dasar demokrasi negara.

“Sepanjang hidup kita, hanya ada beberapa momen di mana keputusan dan tindakan kita akan membentuk sejarah selama bertahun-tahun,” tulis Clinton melalui akun Twitter resminya.

“Inilah salah satunya,” lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Dalam pernyataannya, Clinton juga menyentuh peristiwa lain yang sedang menjadi isu nasional di Amerika Serikat.

Ia mengkritik cara penegakan hukum federal di Minneapolis dan berbagai demonstrasi yang muncul pasca kejadian tragis tersebut.

Pernyataan ini sekaligus mempertanyakan konsistensi pemerintah yang membentuk Dewan Perdamaian di tengah eskalasi kekerasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved