Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Xi Jinping Desak Militer China Siaga Perang Lawan Barat, Korut dan Rusia Dukung Iran Hadapi AS-Israel

 Repelita Beijing - Konflik antara Iran melawan pasukan gabungan Amerika Serikat serta Israel terus memanas dan menimbulkan kerugian berat bagi kedua pihak penyerang sementara sekutu Barat tampak enggan memberikan bantuan penuh.

Serangan rudal balasan Iran berhasil menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk serta target strategis Israel menyebabkan ratusan korban jiwa di kalangan personel militer kedua negara.

Situasi ini memicu reaksi tegas dari tiga kekuatan besar yaitu China Rusia dan Korea Utara yang memberikan sinyal dukungan kuat kepada Teheran di tengah eskalasi yang semakin tidak terkendali.

Presiden China Xi Jinping pada Jumat 6 Maret 2026 mendesak Tentara Pembebasan Rakyat untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi kemungkinan konflik besar melawan kekuatan Barat yang sedang mengalami kemunduran seperti dikutip dari media China Army.

Instruksi tersebut muncul bersamaan dengan intensifikasi pertempuran di Timur Tengah yang dinilai sebagai salah satu ancaman geopolitik paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Korea Utara menyatakan dukungan terbuka dan kesiapan bergabung dalam perang melawan Amerika Serikat serta Israel untuk membela Iran dengan aksi nyata bukan hanya retorika.

Kim Jong Un menyampaikan pernyataan keras bahwa entitas Zionis akan lenyap ketika waktunya tiba seperti dikutip dari Iran Army pada Kamis 5 Maret 2026.

Sebagai bukti keseriusan Pyongyang meluncurkan tiga rudal balistik antarbenua nuklir Hwasong-20 di tengah cuaca buruk sebagai pesan deterensi kepada Barat bahwa kemampuan militernya siap dikerahkan jika konflik meluas.

Rusia mengambil sikap tegas dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskow akan memastikan invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran dihentikan seperti dikutip dari sputniknews.africa pada Kamis 5 Maret 2026.

Lavrov menambahkan bahwa Rusia bersama negara-negara pencinta damai lainnya akan berupaya menciptakan kondisi agar operasi militer AS dan Israel terhadap Iran menjadi mustahil.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan memutus pasokan gas ke negara-negara Eropa yang mendukung serangan Amerika Serikat terhadap Iran karena Rusia dapat beralih ke pasar energi baru yang lebih menguntungkan seperti dikutip dari k.sina.com.cn.

Ancaman pemutusan gas tersebut berpotensi menimbulkan krisis energi besar di Eropa yang masih bergantung pada pasokan Rusia sehingga memperburuk posisi Barat di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Sinyal dari China Rusia dan Korea Utara ini menimbulkan spekulasi kuat tentang kemungkinan terbentuknya blok pendukung Iran yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan global secara signifikan.

Perang yang awalnya terfokus di Timur Tengah kini berpotensi meluas menjadi konfrontasi lebih luas melibatkan dimensi militer ekonomi dan diplomasi yang memengaruhi stabilitas dunia secara keseluruhan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved