
Repelita Banda Aceh - Warga di berbagai daerah Aceh berbondong-bondong memborong bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum akibat kepanikan yang meluas.
Kepanikan tersebut dipicu pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional hanya tersisa sekitar dua puluh hari imbas konflik Iran-Israel serta Amerika Serikat.
Di Aceh stok BBM di beberapa SPBU menipis bahkan ada yang kosong sehingga menimbulkan antrean panjang dan kemacetan parah di jalan raya.
Deni Setiawan warga Meulaboh Kabupaten Aceh Barat meminta pihak terkait segera memberlakukan pembatasan pembelian BBM baik Pertalite maupun non-subsidi guna mengatasi kemacetan dan antrean yang berkepanjangan.
Ia menilai kehadiran Pertamina pemerintah daerah serta aparat penegak hukum di setiap SPBU di Aceh Barat diperlukan untuk memutus antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas.
Deni juga mendesak penegak hukum serta pemerintah daerah menindak tegas pedagang eceran BBM yang menjual dengan harga di atas normal.
Menurutnya edukasi tegas perlu diberikan kepada para pedagang tersebut agar tidak memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat.
Deni menambahkan bahwa kepanikan warga dipengaruhi oleh komunikasi pemerintah yang kurang sampai ke masyarakat akibat gangguan jaringan media sosial.
Ia menegaskan bahwa stok BBM sebenarnya mencukupi jika pemakaian tidak berlebihan dan tidak dipicu efek panik massal.
Pertamina telah menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Aceh pada dasarnya terpantau cukup dengan suplai dari terminal BBM terus berjalan sesuai kondisi terkini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemudian meluruskan pernyataannya bahwa angka dua puluh hari bukan menandakan kondisi darurat melainkan kapasitas penyimpanan atau storage BBM nasional saat ini.
Menurut Bahlil kemampuan penyimpanan BBM Indonesia memang berada di kisaran dua puluh satu hingga dua puluh lima hari sejak dahulu.
Ia menjelaskan standar nasional minimal ketahanan stok berada di level dua puluh hingga dua puluh satu hari sementara rata-rata dalam rapat Dewan Energi Nasional tercatat dua puluh dua hingga dua puluh tiga hari.
Bahlil menekankan keterbatasan tersebut disebabkan kapasitas tangki penyimpanan yang belum memadai untuk menampung cadangan lebih besar bukan karena pasokan tidak tersedia.
Ia mengakui bahwa jika ingin menambah stok penyimpanan harus dibangun lebih banyak karena storage saat ini memang belum cukup.
Bahlil meminta pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat karena persoalan utamanya ada pada infrastruktur penyimpanan bukan ketersediaan pasokan.
Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto sedang mempercepat pembangunan fasilitas storage baru untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Target ke depan kapasitas cadangan energi diharapkan mencapai hingga tiga bulan sesuai standar minimum global yang disepakati.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

