Repelita Teheran - Iran menyatakan kesiapan penuh menghadapi segala bentuk konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel pasca agresi militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan menunjukkan ketakutan atau tunduk terhadap ancaman invasi darat dari pasukan Amerika Serikat.
Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran Araghchi menyatakan bahwa angkatan darat Iran telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi skenario terburuk sekalipun.
Ia menepis anggapan bahwa Iran gentar dengan kemungkinan invasi darat sambil menegaskan keyakinan bahwa konfrontasi tersebut justru akan menjadi bencana besar bagi pihak lawan.
Araghchi juga menekankan bahwa Iran tidak pernah memohon gencatan senjata termasuk selama perang singkat selama dua belas hari di Juni tahun lalu ketika fasilitas nuklir menjadi sasaran serangan AS-Israel.
Menurutnya justru Israel yang meminta gencatan senjata setelah Iran berhasil melawan agresi tersebut selama periode tersebut.
Selain itu Araghchi mengutuk keras serangan gabungan AS-Israel terhadap sebuah sekolah di Minab yang menewaskan sekitar seratus tujuh puluh satu anak-anak.
Ia membebankan tanggung jawab penuh atas tragedi tersebut kepada militer kedua negara tanpa membedakan antara Amerika Serikat atau Israel.
Meskipun situasi semakin tegang dan berbahaya Iran tetap berkomitmen mempertahankan kedaulatan negaranya dengan segala cara tanpa kompromi apa pun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

