Repelita Jakarta - Operasi militer Israel di Lebanon berubah menjadi kegagalan memalukan setelah pasukan elite yang dikirim untuk misi di belakang garis musuh jatuh ke dalam penyergapan Hizbullah.
Pasukan komando Israel melakukan pendaratan udara di wilayah yang diduga basis Hizbullah namun segera dikepung dan diserang habis-habisan oleh pejuang Hizbullah.
Kontak senjata berlangsung sengit sehingga pasukan Israel kewalahan menghadapi taktik pertahanan yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh lawan.
Pimpinan militer Israel di pos komando segera mengirim tim penyelamat melalui helikopter untuk mengevakuasi personel yang terkepung.
Helikopter mendarat dan pasukan baru turun namun langsung menghadapi tembakan gencar dari Hizbullah yang telah menguasai area sekitar.
Alih-alih berhasil menyelamatkan pasukan penyelamat justru ikut terjebak dan harus bertahan dalam kondisi yang sangat sulit.
Dua kali Israel mengerahkan pasukan dua kali pula Hizbullah berhasil menyergap sehingga operasi berubah menjadi bencana beruntun.
Peristiwa ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon dengan bentrokan semakin intens di Lebanon selatan.
Operasi tersebut menjadi salah satu yang terdalam pasukan Israel di Lebanon jika laporan dikonfirmasi secara resmi.
Komandan pasukan elite sebelum berangkat menyampaikan pesan bahwa mereka akan menulis sejarah di utara seperti di Gaza.
Namun hasil akhir justru menjadi penyergapan berdarah yang menewaskan dan melukai banyak personel Israel tanpa mencapai sasaran.
Hizbullah menunjukkan keunggulan intelijen serta taktik sehingga mampu mengantisipasi setiap langkah pasukan Israel.
Hingga kini militer Israel belum mengumumkan jumlah pasti korban jiwa dalam operasi yang berantakan tersebut.
Laporan menyebutkan delapan tentara Israel terluka akibat serangan roket Hizbullah di wilayah utara dengan lima di antaranya dalam kondisi serius.
Kepala Staf IDF Eyal Zamir menyatakan akan melanjutkan aksi terhadap Hizbullah meskipun menghadapi kegagalan operasional yang signifikan.
Media Israel diminta tidak menyebarkan informasi tentang aktivitas pasukan demi menjaga keamanan operasional.
Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi militer Israel yang selama ini membanggakan kemampuan pasukan khususnya.
Hizbullah berhasil meraih kemenangan moral serta propaganda melalui penyergapan berantai dalam satu malam.
Konflik di front Lebanon menambah kompleksitas perang Iran melawan koalisi AS-Israel yang terus meluas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

