Repelita Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengambil inisiatif strategis guna mengamankan jalur perdagangan energi krusial di Selat Hormuz melalui penyediaan skema asuransi risiko politik bagi kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut.
Kebijakan ini diluncurkan di tengah melonjaknya harga minyak dunia serta eskalasi ketegangan geopolitik yang mengancam kelancaran pelayaran internasional.
Presiden Donald Trump mengumumkan langkah tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa tanggal 3 Februari 2026.
Menurut Trump United States International Development Finance Corporation akan menawarkan asuransi risiko politik dengan premi yang sangat terjangkau bagi kapal-kapal yang beroperasi di rute perdagangan energi strategis.
"Asuransi tersebut akan disediakan dengan harga yang sangat wajar untuk menjamin keamanan finansial seluruh perdagangan maritim terutama energi yang melintasi Teluk" jelas Trump.
Skema asuransi ini tidak terbatas hanya pada Selat Hormuz melainkan juga mencakup berbagai jalur pelayaran penting lainnya di seluruh dunia.
Tujuan utama kebijakan tersebut adalah memastikan arus perdagangan global tetap berjalan tanpa hambatan meskipun situasi di Timur Tengah semakin tidak menentu.
"Jika diperlukan Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal tanker melalui Selat Hormuz secepat mungkin" tambah Trump yang membuka peluang pengerahan kekuatan militer untuk melindungi kapal komersial.
Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab sehingga menjadi arteri utama pengiriman minyak dari produsen Timur Tengah ke pasar global.
Gangguan di perairan tersebut berpotensi memicu gejolak signifikan pada pasar energi internasional karena sebagian besar ekspor minyak kawasan itu melewati rute ini.
Lonjakan harga minyak akibat ketegangan terkini menjadikan kebijakan asuransi serta kemungkinan pengawalan militer sebagai upaya krusial untuk menjaga stabilitas perdagangan energi dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

