Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Heru Subagia Kritik Keras Ambisi Prabowo Jadi Mediator Iran-Israel: Terlalu Ambisius dan Bertentangan dengan Posisi Board of Peace

 Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Israel-Iran, Pengamat Politik Soroti  Ambisi dan Kontradiksi Strategis - FAJAR

Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana segera bertolak ke Teheran untuk berperan sebagai mediator perdamaian di tengah konflik memanas antara Israel Iran serta Amerika Serikat.

Langkah tersebut mendapat kritik pedas dari pengamat politik Heru Subagia yang menilai upaya itu terlalu ambisius dan mengandung kontradiksi strategis yang jelas.

Heru menyatakan bahwa keinginan Prabowo menjadi juru damai merupakan bagian dari ambisinya untuk tampil sebagai aktor politik global di panggung geopolitik yang sedang panas.

Ingin mewujudkan dirinya menjadi bagian aktor atau pemain politik global atau internasional dalam konteks geopolitik yang saat ini sedang memanas ujar Heru Subagia kepada media pada Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya Prabowo berupaya memberikan pengaruh dalam dinamika konflik besar khususnya perang antara Israel dan Iran yang terus meningkat eskalasinya.

Heru menyoroti kontradiksi posisi Indonesia yang kini tergabung dalam Board of Peace bentukan Amerika Serikat di mana Prabowo turut terlibat.

Ia menjelaskan bahwa keinginan menjadi mediator bagi kedua belah pihak bertentangan dengan sikap Iran yang sangat agresif melawan Amerika Serikat dan Israel.

Heru menambahkan bahwa langkah tersebut berpotensi bertabrakan dengan kepentingan sekutu utama Board of Peace yaitu Amerika Serikat sendiri.

Pengamat tersebut mempertanyakan pemahaman Prabowo terhadap akar persoalan yang mendorong Israel didukung Amerika melakukan serangan ke Teheran.

Pertanyaan buat Pak Prabowo apakah betul memahami fundamental atau alasan utama sehingga Israel memutuskan dengan dukungan Amerika menyerang Teheran katanya.

Tanpa pemahaman mendalam Heru menilai upaya mediasi justru berisiko gagal dan tidak akan mendapat tanggapan positif dari pihak Amerika Serikat.

Kemudian saya melihat keinginan Prabowo menjadi juru damai dalam konflik Timur Tengah saat ini tentunya di pihak Amerika akan menolak apa yang menjadi ini keinginan Prabowo tegasnya.

Heru menekankan bahwa konflik Israel-Iran bukan masalah sederhana melainkan perang besar yang melibatkan kepentingan strategis negara adidaya Amerika Serikat.

Amerika jauh lebih mempunyai kepentingan dan analisis sangat majemuk dan bertempuk sehingga apa yang sudah diputuskan untuk melakukan perang yang melibatkan Israel melawan Iran tentunya ini menjadi keputusan-keputusan strategis dan dahsyat tandasnya.

Ia juga menyinggung isu pengembangan nuklir Iran sebagai salah satu pemicu utama ketegangan yang membuat Iran dipandang sebagai ancaman kekuatan regional dan global.

Tentunya Iran dianggap sebagai negara teroris di dunia dan menjadi ancaman kekuatan regional dan internasional terutama bagaimana isu yang saat ini beredar mengapa Donald Trump menyerang Iran karena salah satunya kekhawatiran pihak Amerika ketika Iran akan berhasil mengembangkan nuklir pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved