
Repelita Jakarta - Eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan Israel serta Amerika Serikat terhadap Iran menyebabkan gangguan besar pada lalu lintas penerbangan internasional di kawasan tersebut.
Maskapai Saudia Group dari Arab Saudi mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan pada Sabtu 28 Februari 2026 dengan alasan utama menjaga keselamatan penumpang.
Keputusan tersebut diambil menyusul penutupan sebagian ruang udara di wilayah Timur Tengah yang membuat operasional penerbangan menjadi tidak aman.
Ribuan penumpang terdampak termasuk jemaah umrah asal Indonesia yang kini menghadapi ketidakpastian jadwal keberangkatan dan kepulangan mereka.
Seorang jemaah umrah dari Indonesia merekam momen sulitnya saat terjebak di Bandara Singapura karena penerbangan transit dibatalkan mendadak.
"Mohon doanya, setengah jam yang lalu Israel menyerang Iran. Ini aku masih di Bandara Singapura, keberangkatan di-cancel," ungkapnya dalam video singkat yang tersebar luas di media sosial.
Beberapa jemaah lain terpaksa duduk di lantai area bandara karena keterbatasan kursi sambil menunggu informasi lebih lanjut mengenai penerbangan selanjutnya.
Layar informasi penerbangan menampilkan status cancelled untuk rute menuju Jeddah sehingga menambah kekhawatiran terkait kelanjutan ibadah umrah dan penginapan mereka.
Saudia Group melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas paling utama di atas segalanya.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan serta penutupan ruang udara, sejumlah penerbangan kami telah dibatalkan. Keputusan ini diambil demi menerapkan standar keamanan dan keselamatan penerbangan tertinggi," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Maskapai tersebut menyatakan pusat koordinasi darurat terus memantau situasi secara intensif bersama otoritas penerbangan terkait.
Saudia belum merinci secara lengkap jumlah rute maupun total penerbangan yang terdampak akibat penutupan ruang udara tersebut.
Para penumpang diimbau memeriksa status penerbangan secara rutin melalui situs resmi atau aplikasi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Informasi terbaru juga akan dikirimkan langsung melalui email serta nomor telepon yang terdaftar pada data pemesanan masing-masing penumpang.
Saudia berjanji memberikan pembaruan secepat mungkin setelah ada perkembangan positif dari situasi keamanan di kawasan.
Krisis ini menimbulkan beban berat bagi jemaah umrah yang harus menghadapi kelelahan fisik sekaligus kecemasan akibat ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi jalur penerbangan mereka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

