
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menuai kritik tajam atas niatnya berperan sebagai mediator perdamaian dunia khususnya dalam konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Banyak kalangan menilai bahwa Prabowo lebih baik memprioritaskan penyelesaian berbagai masalah dalam negeri yang masih menumpuk daripada terlibat dalam urusan geopolitik internasional.
Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji secara terbuka mempertanyakan kemampuan Prabowo menangani isu besar global sementara persoalan domestik saja belum teratasi.
Ia menyoroti kasus Silfester Matutina pendukung setia mantan Presiden Jokowi yang hingga kini belum berhasil ditangkap aparat penegak hukum.
"Nangkap Silfester saja gak mampu, mau selesaikan perang AS dan Israel Vs Iran?" ujar Susno Duadji saat ditemui wartawan.
Kritik tersebut muncul setelah poster buronan Silfester Matutina menjadi viral di media sosial karena terpasang di pohon pinggir jalan dan ramai dibahas warganet.
Pegiat media sosial Herwin Sudikta juga menyuarakan pandangan serupa dengan menekankan bahwa urusan dalam negeri masih kacau balau.
Ia menilai pemerintah seharusnya fokus menyelesaikan persoalan domestik sebelum berambisi menjadi pahlawan di panggung dunia.
"Urusan dalam negeri aja masih amburadul mau sok jadi pahlawan" tulis Herwin Sudikta dalam pernyataannya.
Herwin menyindir langsung Presiden Prabowo dengan kalimat "Come on Woo, kerjaan lu banyak Wo" yang bernada satire.
Ia menyinggung kebijakan impor mobil oleh direktur BUMN yang dianggap sembarangan serta pernyataan Sekretaris Kabinet tentang pemotongan anggaran pendidikan yang dinilai tidak tepat.
Herwin menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah lain yang menunggu penyelesaian serius dari pemerintahan saat ini.
Dalam kritiknya Herwin juga menyentil Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan saran sarkastik agar urusan mediator diserahkan kepadanya.
"Kenapa gak lu suruh Fufufafa (Wapres Gibran, red) aja yang jadi mediator?" cetus Herwin.
Ia turut menyoroti kebiasaan Presiden Prabowo yang sering bepergian ke luar negeri sejak dilantik dan menyebutnya seperti jalan-jalan gratis yang dibiayai rakyat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

