Repelita Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring kembali mengkritik keras langkah-langkah politik global Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggapnya sering mengabaikan hukum internasional.
Ia menyoroti sejumlah tindakan kontroversial Trump yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Trump nggak peduli hukum internasional dia berbuat sesuka hatinya ujar Tifatul dikutip fajar.co.id pada Minggu 8 Maret 2026.
Tifatul mencontohkan penculikan terhadap Maduro pembunuhan Ayatollah Khamenei serta serangan yang menewaskan siswa sekolah di Iran sebagai bukti pelanggaran nyata terhadap norma internasional.
Dia berbuat sesuka hatinya menculik Maduro membunuh Ayatollah Khamenei itu melanggar Piagam PBB sebutnya.
Membantai siswa sekolah Iran tukasnya.
Tifatul juga mengecam pembentukan Board of Peace yang digagas Trump dan diikuti sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Forum tersebut dinilai hanya menjadi alat dominasi Amerika Serikat dalam mengatur arah kebijakan global di luar kerangka PBB.
Kalau tidak bisa nekan PBB dia buat BoP dia yang kontrol semua sesalnya.
Ia menyindir sikap Trump yang dianggapnya sering memicu polemik seperti keinginan mencaplok Greenland karena tidak mendapat Nobel Perdamaian.
Nggak dapat hadiah Nobel Perdamaian eh ngambek mau caplok Greendland Tifatul menuturkan.
Menurutnya pihak yang memilih menjalin kedekatan dengan Trump telah salah memilih mitra politik.
Kurasa salah pilih teman kalian ini kuncinya.
Pemerhati politik M Rizal Fadillah menambahkan bahwa suara masyarakat yang menuntut Indonesia keluar dari BoP sudah semakin keras dari berbagai elemen.
Rasanya sudah cukup suara yang mendesak Prabowo untuk segera membawa Indonesia keluar dari BoP ujar Rizal kepada fajar.co.id pada Minggu 8 Maret 2026.
Kebersamaan dengan Amerika dan Israel adalah pengkhianatan konstitusi sekaligus pengkhianatan kemanusiaan karena keduanya adalah negara penjajah tegasnya.
Rizal menyoroti kondisi Gaza sebagai bukti kezaliman Israel terhadap Palestina di mana pembantaian dan genosida masih berlangsung.
Gaza merupakan bukti dari kezaliman Israel perlawanan Hamas melawan Israel di Gaza masih berlangsung pembantaian dan genosida juga berlanjut sebutnya.
Ia menilai pembentukan BoP oleh Amerika Serikat di luar inisiatif PBB justru menjadi tandingan lembaga perdamaian dunia di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Di tengah pemboman dan pembataian Israel itu Amerika membentuk badan perdamaian yang bernama Board of Peace di luar inisiatif PBB bahkan dituding tandingan imbuhnya.
Trump hanya berhasil mengajak dua puluh empat negara bergabung dari enam puluh negara yang diundang termasuk Indonesia yang juga ditunjuk sebagai Deputy Commander dalam International Security Force di bawah komando Amerika Serikat.
Rizal juga mengkritik Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilai berat sebelah serta memicu kontroversi karena dianggap menyerahkan kedaulatan.
Dibuat paket kerjasama dengan AS yaitu Agreement on Reciprocal Trade dengan konten yang kontroversial banyak kalangan menilai ini adalah perjanjian berat sebelah bentuk penyerahan kedaulatan Indonesia kepada Amerika betapa bodohnya Prabowo seru penilai sambung dia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

