Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Taktik Baru Iran dalam Perang: Rudal Qadr, Emad, dan Kheibar Hantam Target Israel dengan Hulu Ledak Ganda

Gabungan visual politik dan bencana

 Repelita Timur Tengah - Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel memasuki babak baru dengan taktik yang semakin mematikan dan sulit dihadapi lawan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Ahad, 8 Maret 2026 melancarkan gelombang ke-28 Operasi Janji Sejati-4 yang disebut sebagai salah satu yang terberat dalam konflik tersebut.

Serangan itu dilaporkan menggunakan hulu ledak kluster pada rudal Qadr untuk pertama kalinya dalam skala masif sepanjang sejarah perang.

Penggunaan senjata jenis ini menandai eskalasi signifikan dalam strategi militer Teheran menghadapi musuhnya.

Gelombang ke-28 serangan rudal balasan Teheran menjadi salah satu yang terberat dalam konflik ini dengan menghantam sejumlah wilayah pendudukan Israel.

Laporan dampak serangan memicu reaksi luas di media Israel dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform.

Pemberitaan itu juga memicu protes dan perdebatan publik di dalam negeri Israel tentang kemampuan pertahanan mereka.

Gelombang ke-28 operasi rudal Teheran terjadi pada Minggu malam, 8 Maret 2026, dan berdasarkan laporan yang beredar di grup dan saluran Telegram Israel, pasukan penyelamat Zionis mengalami hari yang sangat sibuk.

Dalam gelombang ke-28 ini, setidaknya 14 kasus peluncuran rudal teramati dalam gambar yang dipublikasikan di berbagai media.

Jika angka itu diambil sebagai dasar, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan lebih dari 20 rudal diluncurkan dalam gelombang kali ini.

Ini menunjukkan bahwa tren yang terlihat pada hari-hari sebelumnya, di mana lebih dari dua puluh rudal diluncurkan dalam satu gelombang, tidak hanya berkurang tetapi tampaknya semakin intensif.

Target gelombang ini juga beragam, menghantam baik di dalam wilayah pendudukan maupun terhadap sejumlah pangkalan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Tehran Times, IRGC mengonfirmasi bahwa target-target militer di Tel Aviv dan Beer Sheva di Wilayah Pendudukan terkena rudal Kheibar dengan hulu ledak yang sangat berat.

Selain itu, infrastruktur Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania timur, yang merupakan pangkalan ofensif terbesar dan paling aktif bagi pesawat tempur agresor Amerika, juga menjadi sasaran berulang kali.

Poin signifikan lainnya berkaitan dengan jenis rudal dan hulu ledak yang digunakan dalam serangan tersebut.

Laporan muncul menunjukkan bahwa hulu ledak kluster digunakan pada rudal Qadr selama gelombang ini dengan efektivitas tinggi.

Meskipun penggunaan rudal semacam itu tidak dapat diklaim sebagai sesuatu yang sepenuhnya tanpa preseden, hal itu tentu dapat digambarkan sebagai tidak biasa dan mengejutkan.

Sebelumnya, hulu ledak kluster sebagian besar terlihat pada rudal seperti Khaybar dan Khorramshahr dalam jumlah terbatas.

Penggunaan hulu ledak kluster ini dianggap sebagai taktik baru Teheran untuk membingungkan dan melumpuhkan sistem pertahanan udara Israel.

Rudal Qadr sendiri dikenal sebagai rudal balistik generasi baru yang mampu membawa beberapa hulu ledak sekaligus, membuatnya jauh lebih sulit dicegat oleh sistem seperti Iron Dome.

Gelombang ke-28 operasi balasan juga mencakup rudal Emad dengan hulu ledak berat sekitar satu ton yang menghancurkan sasaran.

Rudal Emad yang membawa hulu ledak 700 kilogram hingga 1 ton ini dirancang untuk akurasi tinggi dan daya hancur maksimal di lokasi target.

Dalam gelombang ke-28 ini, IRGC juga mengerahkan rudal Kheibar Shekan yang disebut mencatat tingkat keberhasilan tertinggi selama gelombang balasan sebelumnya.

Rudal dengan jangkauan 1.450 kilometer dan kemampuan manuver tinggi ini telah menjadi andalan Iran dalam menembus pertahanan udara musuh.

Para pejabat Teheran mencatat bahwa akibat melemahnya sistem radar dan pertahanan udara Amerika serta Israel, rudal-rudal tersebut kini dapat lebih mudah mendekati target mereka.

Ini menunjukkan bahwa kampanye rudal yang berkelanjutan mulai membuahkan hasil dalam menciptakan celah di pertahanan musuh.

Amerika dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer skala besar terhadap Iran menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari 2026 lalu.

Serangan itu telah melibatkan serangan udara ekstensif terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan korban jiwa yang signifikan dan kerusakan luas pada infrastruktur.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi balasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.

Menyusul wafatnya Sayyid Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung dan IRGC bersumpah akan membalas kematiannya dengan cara yang keras.

Kini, perang telah memasuki hari ke-11 dengan eskalasi di berbagai front yang terus meluas.

Komandan Angkatan Udara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi baru-baru ini mengumumkan perubahan taktik signifikan yang akan diterapkan ke depan.

"Mulai sekarang, tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari 1 ton yang akan diluncurkan. Durasi peluncuran dan level gelombang (serangan) akan bertambah, dan jarak mereka akan lebih luas," kata Mousavi, seperti dikutip Anadolu Ajansi.

Ini menegaskan bahwa Iran mulai mengerahkan rudal-rudal dengan daya hancur lebih besar setelah berhasil menghancurkan lapisan sistem pertahanan udara musuh.

Pada gelombang ke-31 yang diluncurkan Senin, 9 Maret 2026, Iran bahkan mendedikasikan serangan rudal Khorramshahr-4 untuk Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei, dengan kode Labbaik Ya Khamenei.

Rudal Khorramshahr-4 yang diklaim paling canggih di antara koleksi rudal-rudal Republik Islam memiliki jarak jangkau hingga 2.000 kilometer dengan hulu ledak 1.500 kilogram.

Dengan kecepatan hipersonik Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 saat kembali masuk ke atmosfer, rudal ini dirancang mampu menembus sistem pertahanan udara tercanggih manapun.

Serangan gelombang ke-28 ini menyebabkan kekacauan di pihak Israel yang tidak siap menghadapi gempuran baru.

Pasukan penyelamat Israel mengalami hari yang sangat sibuk, dengan laporan-laporan tentang korban dan kerusakan membanjiri grup dan saluran Telegram Israel.

Reaksi dan protes signifikan muncul di media Israel terhadap efektivitas serangan rudal Iran yang terus meningkat.

Warga mulai mempertanyakan kemampuan pemerintah dan militer mereka dalam melindungi warga sipil dari gempuran rudal berhulu ledak kluster yang sulit dicegat.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa 2.238 warga Israel telah dievakuasi ke rumah sakit sejak awal perang, dengan 91 di antaranya masih dirawat intensif.

Sementara itu, korban tewas di Israel akibat serangan Iran mencapai 12 warga sipil, di samping dua tentara yang tewas dalam bentrokan dengan Hizbullah di Lebanon.

Juru bicara IRGC, Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan bahwa Iran siap melanjutkan perang dengan kecepatan saat ini setidaknya selama enam bulan ke depan.

"Persenjataan senjata berat kami, termasuk rudal balistik dan jelajah, berbagai jenis drone, dan kapal perang ofensif, telah disiapkan sesuai dengan kebutuhan perang skala besar dan berkepanjangan, dan tidak ada alasan untuk khawatir," kata Naeini seperti dikutip Tehran News.

Naeini juga mengungkapkan bahwa rudal yang digunakan sejauh ini sebagian besar adalah generasi pertama dan kedua, dan Iran belum menggunakan rudal tercanggihnya.

Sekitar 60 persen tembakan Iran diarahkan ke pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan, sementara 40 persen ke target-target Israel.

Berikut adalah poin-poin penting dari serangan gelombang ke-28 yang dilancarkan Iran:

1. Iran melancarkan gelombang ke-28 Operasi Janji Sejati-4 dengan lebih dari 20 rudal yang menargetkan Tel Aviv, Beer Sheva, dan Pangkalan Udara Al-Azraq milik Amerika di Yordania.

2. Untuk pertama kalinya dalam skala masif, Iran menggunakan hulu ledak kluster pada rudal Qadr, sebuah taktik baru untuk membingungkan dan melumpuhkan pertahanan udara Israel.

3. Rudal Emad dengan hulu ledak 1 ton dan rudal Kheibar Shekan juga dikerahkan, dengan Kheibar Shekan mencatat tingkat keberhasilan tertinggi sejauh ini.

4. Serangan ini merupakan balasan atas agresi Amerika-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan puluhan komandan militer serta warga sipil pada 28 Februari 2026.

5. Iran mengumumkan perubahan taktik, mulai sekarang hanya akan meluncurkan rudal dengan hulu ledak minimal 1 ton setelah berhasil melumpuhkan lapisan pertahanan udara musuh.

6. Juru bicara IRGC menegaskan Iran siap berperang enam bulan dan baru menggunakan rudal generasi awal, dengan persediaan rudal tercanggih yang belum dikerahkan.

7. Dampak serangan terasa di Israel dengan 2.238 warga dirawat di rumah sakit, 12 warga sipil tewas, dan dua tentara gugur di Lebanon.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved