Repelita Jakarta - Iran dikabarkan memperoleh dukungan dari Rusia dan China dalam menghadapi serangan militer dari Amerika Serikat serta Israel meskipun kedua negara tersebut lebih memilih beroperasi di balik layar daripada terlibat secara terbuka dalam konflik langsung.
Rusia telah meningkatkan bantuan strategisnya dengan menyediakan informasi lokasi serta pergerakan armada kapal perang dan pesawat tempur milik AS di wilayah Timur Tengah menggunakan jaringan satelit mutakhir untuk menghasilkan gambar beresolusi tinggi yang membantu Teheran dalam menentukan sasaran potensial.
Pada awal tahun 2026 Rusia juga telah memulai pengiriman pesawat tempur SU-35 dari total pesanan 48 unit beserta komponen sistem pertahanan udara S-400 guna memperkuat kemampuan pertahanan udara Iran sementara Teheran memanfaatkan Satelit Khayyam produksi Rusia untuk pemantauan real-time terhadap basis militer musuh.
Presiden AS Donald Trump tidak secara tegas membenarkan laporan intelijen yang menyatakan bahwa Rusia memberikan data kepada Iran untuk menargetkan kekuatan dan aset Washington di Timur Tengah meskipun ia mengakui bahwa informasi tersebut mungkin tidak terlalu berdampak signifikan.
Trump menyatakan Jika memang begitu itu tidak membantu Tapi jika Anda melihat apa yang terjadi Minggu lalu eh jika mereka mendapatkan informasi itu tidak banyak membantu.
Ia menambahkan Kurasa mereka akan mengatakan kita melakukannya untuk melawan mereka bukan Mereka bilang kita melakukannya untuk melawan mereka Saya tidak tahu Lihat semua informasinya tapi mereka mengirimkannya.
Sementara itu laporan intelijen AS mengindikasikan bahwa China sedang mempertimbangkan pemberian dukungan finansial serta pasokan komponen dan suku cadang rudal kepada Teheran di samping secara publik menyatakan solidaritas terhadap tindakan Iran di Selat Hormuz sebagai respons terhadap aksi militer AS dan Israel.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menekankan penolakan terhadap upaya penggantian rezim di Teheran serta mendesak agar operasi militer terhadap negara itu segera dihentikan sementara China tetap menjadi importir utama minyak Iran yang memberikan dukungan ekonomi di tengah embargo internasional.
Pada Januari 2025 Rusia dan Iran menandatangani kesepakatan kemitraan baru yang memperkuat kolaborasi militer dan ekonomi secara jangka panjang termasuk dalam kerangka koordinasi CRINK yang melibatkan China Rusia Iran dan Korea Utara sebagai aliansi strategis anti-Barat yang semakin kuat pada 2026.
Meskipun menyediakan bantuan intelijen dan teknologi Rusia dan China masih enggan terlibat secara militer langsung untuk menghindari konfrontasi terbuka dengan AS karena pertimbangan politik dan geopolitik yang merugikan menurut pakar geopolitik Raymond Sihombing.
Raymond menyatakan Saya pikir Rusia tidak ingin terlibat secara langsung Ini yang perlu digaris bawahi karena Rusia paham betul hitung-hitungannya secara politik maupun secara geopolitik bahwa ini akan sangat merugikan baik Rusia maupun juga Iran.
Ia menjelaskan bahwa Iran memiliki kebanggaan sendiri dalam menghadapi AS dan Israel seperti terlihat dari sikap pemimpinnya termasuk almarhum Khamenei dan presiden saat ini yang menunjukkan keteguhan dalam pembicaraan telepon.
Pembicaraan telepon antara Presiden Rusia dan Presiden Iran pada 6 Maret 2026 membahas berbagai bentuk dukungan melalui saluran-saluran tertentu yang menunjukkan bahwa bantuan militer meskipun tidak langsung tetap diberikan.
Selain itu pada pertengahan Februari 2026 Rusia dan China memberikan dukungan teknis selama latihan militer bersama berjudul Maritim Security Bell 2026 yang bertujuan melindungi rute perdagangan di Selat Hormuz dari ancaman serangan AS dan Israel.
Raymond menambahkan bahwa selama latihan tersebut banyak bantuan teknis diberikan meskipun detailnya tidak diketahui secara pasti sementara media Rusia pernah melaporkan pengiriman komponen strategis untuk pertahanan udara dan citra satelit militer ke Iran.
Kerja sama militer antara Rusia Iran dan China semakin intensif sejak Desember 2025 dengan berbagai kesepakatan penting yang dapat memperluas ketegangan di luar Timur Tengah melalui pembentukan blok kekuatan yang lebih besar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

