Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rudal IRGC Menggila, Inggris hingga Spanyol Tolak 'Rengekan' Amerika Lawan Iran

 Repelita Timur Tengah - Rudal dan drone Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC terus menggila dengan menghantam sejumlah target strategis milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan.

Drone Shahed milik Iran bahkan dikabarkan telah menempuh jarak hampir 2.000 kilometer melintasi Laut Mediterania untuk menghantam Pangkalan Udara RAF Akrotiri milik Inggris di Siprus.

Yang mengejutkan, tidak satu pun sistem pertahanan udara NATO yang melihat kedatangan drone tersebut sehingga serangan berhasil dilancarkan tanpa deteksi.

Aksi balasan ini terus berlanjut setelah AS dan Israel menyerang Teheran dan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Korps Garda Republik Islam atau IRGC disebut membalas dengan menyerang 15 negara, 27 pangkalan militer AS, dan sebuah pangkalan Inggris di Siprus yang semuanya dilakukan dalam waktu 24 jam.

Di tengah gempuran rudal Iran yang semakin menggila, upaya Presiden AS Donald Trump untuk menarik dukungan justru bertepuk sebelah tangan.

Sejumlah negara NATO kini ramai-ramai menolak membantu serangan ke Teheran dan mengabaikan 'rengekan' Amerika untuk melawan Iran.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan tegas mengatakan pihaknya tidak akan bergabung dengan serangan ofensif Israel dan AS terhadap Iran.

Pernyataan itu ia sampaikan saat sidang bersama anggota parlemen usai desakan agar Inggris tidak terseret lebih jauh ke dalam konflik Timur Tengah.

PM Starmer menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempertaruhkan nyawa personel militer Inggris kecuali operasi tersebut memiliki dasar hukum yang jelas dan sah.

Pemerintah Inggris juga menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam kemungkinan serangan terhadap Teheran.

Keputusan London itu dilaporkan meningkatkan ketegangan antara Inggris dan AS serta memicu kritik tajam dari Presiden Donald Trump.

Spanyol bahkan bertindak lebih keras dengan mengusir paksa 15 pesawat tanker KC-135 milik Angkatan Udara AS dari Pangkalan Udara Rota dan Moron.

Pemerintah Spanyol melakukan perintah pemindahan paksa terhadap armada pesawat tanker KC-135 Stratotanker USAF dari dua pangkalan udaranya.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat sebanyak 15 pesawat tanker KC-135 telah meninggalkan pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol selatan sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan pangkalan militernya yang berada di bawah kedaulatan Spanyol digunakan untuk menyerang Iran.

Tujuh pesawat telah dipindahkan AS ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman sementara dua pesawat lainnya menuju Prancis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kecewa lantaran sekutu-sekutu tradisionalnya justru menunjukkan keraguan di saat kritis.

"Jadi kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol, kami tidak ingin berurusan apapun dengan Spanyol," katanya dengan nada sewot merespons penolakan Madrid.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved