Repelita Tel Aviv - Malam Jumat 7 Maret 2026 langit Tel Aviv berubah menjadi merah menyala disertai jeritan ketakutan warga yang bercampur raungan sirine peringatan yang memekakkan telinga sepanjang malam.
Ratusan rudal Iran meluncur membelah angkasa dan menghujani pusat kota dengan kekuatan destruktif yang belum pernah tercatat sebelumnya dalam konflik ini.
Serangan tidak hanya menyasar gedung-gedung tinggi tetapi juga bunker bawah tanah terbesar yang selama ini dianggap sebagai tempat perlindungan paling aman bagi para pemimpin senior Israel.
Tempat perlindungan bawah tanah tersebut yang terletak di kedalaman puluhan meter dan dirancang tahan terhadap rudal konvensional hingga ancaman nuklir berhasil dihancurkan oleh rudal Khorramshahr-4 yang membawa hulu ledak seberat satu ton delapan ratus kilogram.
Rekaman dan foto yang beredar memperlihatkan lubang menganga besar di lokasi bunker beserta lingkungan sekitarnya yang rata dengan tanah sementara api masih berkobar di berbagai titik.
Tim penyelamat Israel kewalahan menangani korban yang tertimbun reruntuhan akibat hantaman dahsyat tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-26 Operasi Janji Sejati 4 yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran dengan melibatkan drone serta rudal generasi terbaru termasuk Emad Qadr dan Khorramshahr-4.
IRGC menyatakan bahwa gelombang sebelumnya telah berhasil melumpuhkan sistem radar musuh sehingga serangan berikutnya dapat mencapai target dengan lebih mudah dan semua rudal dilaporkan mengenai sasaran yang ditentukan.
Rudal Khorramshahr-4 yang digunakan memiliki kecepatan melebihi Mach empat belas serta kemampuan membawa muatan hingga dua ton sehingga menjadi salah satu senjata paling mematikan dalam arsenal Iran.
Warga Tel Aviv menggambarkan malam itu sebagai neraka yang turun ke bumi dengan sirine yang terus meraung tanpa henti sementara orang-orang berlarian mencari tempat berlindung termasuk stasiun metro yang dialihfungsikan sebagai bunker darurat.
Mahasiswa PhD asal India bernama Aniruddha yang sedang studi di Tel Aviv menceritakan bahwa sirene peringatan sempat berbunyi hampir setiap lima belas menit pada hari-hari awal konflik meskipun frekuensinya mulai berkurang belakangan.
Selama beberapa hari terakhir frekuensinya sedikit berkurang hari ini kami menerima sirene setelah hampir tujuh hingga delapan jam dan satu lagi sekitar jam tujuh hingga delapan pagi kami mengikuti protokol keselamatan dengan ketat ujarnya seperti dikutip bhaskarenglish.in.
Kerusakan akibat serangan ini sangat parah dengan puluhan gedung bertingkat di pusat Tel Aviv mengalami kehancuran hebat serta foto dari Associated Press menunjukkan petugas penyelamat berjuang mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan.
Seorang wanita dilaporkan tewas setelah rudal menghantam gedung permukiman di Tel Aviv sementara di Beit Shemesh barat Yerusalem sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Seorang petugas penyelamat bernama Liran Elimelh mengisahkan pemandangan mengerikan yang ditemuinya saya mendengar ledakan besar dan istri saya terpental oleh ledakan api berkobar rumah-rumah hancur menjadi puing-puing dan saya melihat potongan-potongan tubuh berserakan katanya seperti dikutip vietnam.vn.
Selain Tel Aviv serangan juga menyasar Haifa serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk termasuk Pangkalan Armada Kelima di Bahrain Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar dan Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait.
IRGC Navy mengklaim telah menggunakan drone untuk menyerang kapal tanker minyak di Teluk utara yang dianggap sebagai aset Amerika Serikat serta ledakan dilaporkan terjadi di kawasan Marina Dubai dekat gedung Warner Bros yang menampung personel militer AS.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan televisi pada Sabtu 8 Maret 2026 menyatakan bahwa serangan ofensif Israel akan terus dilanjutkan dengan kekuatan penuh dan momentum tanpa kompromi serta memiliki rencana yang disiapkan matang dengan banyak kejutan untuk melemahkan kepemimpinan Iran.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara telah menjatuhkan lebih dari tujuh ribu lima ratus bom terhadap target di Iran selama seminggu terakhir jumlah yang hampir dua kali lipat dibandingkan operasi Juni tahun sebelumnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bahwa Iran akan dihantam sangat keras dengan lebih banyak area dan kelompok yang menjadi sasaran serta mengklaim pasukan AS telah menenggelamkan empat puluh dua kapal angkatan laut Iran dalam tiga hari dan melumpuhkan sistem komunikasi Teheran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

