Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Presiden Iran Pezeshkian Minta Maaf ke Negara Tetangga atas Serangan Iran, Janji Tak Luncurkan Rudal Lagi Kecuali Diserang Duluan

 

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada negara-negara tetangga atas serangan-serangan yang telah dilancarkan Iran ke wilayah mereka dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi nasional pada Sabtu 7 Maret 2026 ia menyatakan bahwa Iran akan menahan diri dari tindakan militer lebih lanjut kecuali jika ada serangan yang berasal dari wilayah negara-negara tersebut terhadap Iran.

Pezeshkian menegaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara telah mengumumkan keputusan tidak akan ada lagi peluncuran rudal atau serangan terhadap negara tetangga tanpa provokasi langsung dari pihak mereka.

Ia menekankan bahwa Iran sama sekali tidak memiliki niat untuk menyerang negara lain dan permohonan maaf ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan regional.

Presiden Pezeshkian juga menepis anggapan bahwa Iran akan menyerah tanpa syarat dengan menyatakan bahwa harapan semacam itu hanya akan dibawa ke liang kubur oleh pihak-pihak tertentu.

Serangan rudal dan drone Iran sebelumnya menyasar Israel serta beberapa negara Arab yang menjadi basis aset militer Amerika Serikat sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada infrastruktur seperti pelabuhan serta bangunan tempat tinggal.

Teheran membenarkan serangan-serangan tersebut sebagai respons balasan atas operasi militer gabungan AS-Israel yang menewaskan ratusan warga Iran termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat militer senior.

Sementara itu para Menteri Luar Negeri negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk bersama Uni Eropa mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan Iran ke negara-negara Teluk pada Pertemuan Tingkat Menteri di tanggal 5 Maret 2026.

Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dan merupakan ancaman serius terhadap keamanan regional serta internasional sehingga menuntut Iran menghentikan tindakan tersebut secara sepihak tanpa syarat.

Para Menlu GCC dan Uni Eropa menegaskan kembali komitmen terhadap kemitraan strategis berdasarkan Perjanjian Kerja Sama 1988 yang diperkuat oleh hasil KTT GCC-Uni Eropa di Brussel pada Oktober 2024.

Mereka menyerukan Iran untuk menghormati sepenuhnya hukum internasional hukum humaniter internasional serta prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa demi menjaga stabilitas kawasan.

Solidaritas antara negara-negara Teluk dan Uni Eropa ditegaskan kembali dalam pernyataan bersama tersebut sambil menekankan perlunya perlindungan warga sipil di seluruh wilayah yang terdampak konflik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved