Repelita Bandung - Badan Gizi Nasional memberikan tanggapan resmi atas protes sejumlah orang tua siswa di wilayah Bandung Raya terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis selama bulan Ramadan yang dianggap tidak memenuhi standar.
Protes tersebut muncul setelah ditemukan belatung dalam salah satu porsi makanan MBG di Kabupaten Bandung serta menu lain yang dinilai kurang layak seperti kue bolu disertai jeruk setengah porsi kentang rebus dan buah manggis.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol Purn Sonny Sonjaya menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk membuka akun media sosial resmi.
Instruksi tersebut bertujuan agar SPPG secara rutin mengunggah informasi lengkap mengenai menu harian kadar gizi serta harga setiap porsi sebagai wujud transparansi kepada masyarakat.
Sonny menjelaskan bahwa langkah ini memungkinkan komunikasi langsung antara penyedia layanan dengan penerima manfaat termasuk ibu hamil menyusui bayi serta peserta didik di berbagai wilayah.
Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak menyampaikan protes secara langsung kepada SPPG setempat bila menemukan menu MBG yang tidak sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.
Menurutnya bentuk pengaduan tersebut merupakan bagian penting dari mekanisme transparansi serta akuntabilitas publik dalam program pemerintah ini.
Sonny juga menyatakan bahwa memviralkan temuan di media sosial tidak dilarang selama tujuannya untuk mendorong perbaikan dan disertai laporan resmi ke SPPG terkait.
Ia menambahkan bahwa apabila viral dilakukan semata-mata untuk sensasi maka hal itu bergantung pada niat masing-masing individu namun BGN tetap mendorong penyelesaian melalui jalur yang konstruktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Sonny Sonjaya ketika ditemui di Kota Bandung pada Sabtu 7 Maret 2026 sebagai respons atas keresahan yang beredar di kalangan orang tua siswa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

