Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pesawat Angkut Militer AS C-5 dan C-17 Terpantau Intensif di Korea Selatan di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel

 

Repelita Seoul - Beberapa pesawat angkut militer Amerika Serikat berbadan besar terpantau tiba dan berangkat dari pangkalan di Korea Selatan pekan lalu di tengah eskalasi konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

Menurut data pelacakan penerbangan dari situs Flightradar24 pesawat kargo C-5 dan C-17 milik Angkatan Udara AS mendarat di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek selatan Seoul sejak akhir Februari 2026.

Pesawat C-5 pertama kali terlihat tiba pada akhir bulan Februari dan berangkat pada tanggal 28 Februari serta 2 Maret sementara pesawat C-17 tercatat berangkat antara 3 hingga 7 Maret.

Setidaknya enam pesawat C-17 dipastikan menuju Anchorage Alaska meski tujuan akhir kemungkinan melanjutkan ke wilayah Timur Tengah.

Kedatangan pesawat C-5 di pangkalan tersebut termasuk kejadian yang relatif jarang dibandingkan C-17 yang lebih sering digunakan untuk rotasi aset dan personel.

Pergerakan ini memicu spekulasi luas bahwa Amerika Serikat sedang memindahkan aset militer penting ke Timur Tengah guna memperkuat posisi di tengah ketegangan dengan Iran.

Beberapa analis menduga langkah tersebut terkait kemungkinan pemindahan sistem pertahanan rudal Patriot dari Korea Selatan ke kawasan konflik.

Dua baterai rudal Patriot sempat dikerahkan ke Timur Tengah pada Juni tahun lalu saat operasi besar menargetkan fasilitas nuklir Teheran sebelum dikembalikan ke Korea Selatan pada Oktober.

Baru-baru ini beberapa peluncur Patriot dipindahkan dari pangkalan AS lain ke Osan yang semakin memperkuat dugaan akan ada transfer lebih lanjut.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai muatan pesawat tersebut atau tujuan akhirnya karena alasan keamanan operasional.

Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan menyatakan tidak akan memberikan komentar terkait pergerakan atau pemindahan aset militer mereka.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga menolak berkomentar dengan alasan tidak pantas membahas operasi militer Amerika Serikat di wilayahnya.

Pergerakan pesawat kargo besar ini terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akibat konflik berkepanjangan dengan Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved