Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Laporan: Ongkos perang AS serang Iran Rp 15 triliun per hari, Trump Diduga Ikuti Agenda Israel

Repelita Jakarta - Biaya yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk mendanai perang melawan Iran mencapai angka fantastis hanya dalam seratus jam pertama konflik.

Lembaga kajian strategis CSIS memperkirakan pengeluaran telah menyentuh tiga koma tujuh miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar enam puluh empat koma dua sembilan satu triliun rupiah.

Angka tersebut setara dengan delapan ratus sembilan puluh satu koma empat juta dolar Amerika Serikat per hari atau sekitar lima belas triliun rupiah setiap harinya.

Dengan pernyataan Presiden Donald Trump serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang mengindikasikan perang dapat berlangsung berminggu-minggu CSIS mencatat kebutuhan dana Departemen Pertahanan akan jauh melebihi anggaran yang tersedia saat ini.

Biaya amunisi diperkirakan akan menurun seiring peralihan ke persenjataan berbiaya lebih rendah setelah fase awal yang intensif.

Meskipun demikian laporan tersebut menekankan bahwa pengeluaran tak terduga akan tetap sangat besar sehingga Departemen Pertahanan kemungkinan memerlukan dana tambahan dari Kongres.

Penambahan anggaran tersebut berpotensi sulit secara politik dan operasional mengingat pemotongan internal yang diperlukan.

Presiden Donald Trump melancarkan serangan terhadap Iran dengan alasan ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat namun kebijakan ini menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Banyak yang menilai Trump hanya mengikuti kepentingan Israel sehingga memicu agresi brutal dengan korban lebih dari seribu jiwa.

Panglima militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan bahwa kampanye bersama AS-Israel telah memasuki fase berikutnya yang akan lebih menghancurkan kemampuan militer rezim Iran.

Ia mengisyaratkan adanya kejutan tambahan yang belum diungkapkan dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Gelombang serangan baru dilaporkan kembali mengguncang ibu kota Iran Teheran pada Jumat dini hari.

Presiden Trump menepis kemungkinan pengiriman pasukan darat Amerika Serikat ke Iran karena dianggap membuang-buang waktu.

Ia menyatakan bahwa Iran telah kehilangan segalanya termasuk angkatan laut serta aset penting lainnya.

Trump juga merespons peringatan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahwa invasi darat akan menjadi bencana besar bagi penyerbu.

Para penasihat Trump dikabarkan mendesaknya untuk segera mendeklarasikan kemenangan atas Iran guna meningkatkan dukungan publik.

Menurut laporan CNN para pembantunya khawatir perang berkepanjangan dapat menimbulkan risiko politik serius bagi Trump.

Konflik ini bahkan memicu perpecahan di dalam gerakan MAGA yang menjadi basis utama pendukungnya.

Pada tanggal dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap target di Iran termasuk Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas serta korban sipil dan mengonfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran segera membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved