Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jerman Tolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran, Pilih Sikap Netral dan Redakan Ketegangan

Repelita Berlin - Pemerintah Jerman secara tegas menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik militer melawan Republik Islam Iran yang dipicu oleh serangan bersama Israel dan Amerika Serikat.

Meskipun merupakan anggota aktif NATO bersama Amerika Serikat Jerman memilih sikap independen dan menolak bergabung dalam operasi perang yang terus mengobarkan kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan bahwa Berlin hanya menginginkan posisi netral dalam situasi tersebut seperti dikutip dari Anadolu Agency pada Rabu 4 Maret 2026.

Jerman tidak akan bergabung dalam perang melawan Iran yang dimulai oleh Israel-AS dan Jerman hanya akan berupaya untuk meredakan ketegangan sambungnya.

Jerman bukanlah negara NATO pertama di Eropa yang menolak ajakan bergabung dalam agresi terhadap Iran.

Sebelumnya Inggris juga dengan tegas menolak permintaan untuk ikut serta dalam peperangan tersebut.

Spanyol bahkan mengambil langkah lebih jauh dengan tidak hanya menolak bergabung tetapi juga melarang penggunaan wilayah serta pangkalan militer Amerika Serikat di negaranya untuk melancarkan serangan ke Iran.

Pernyataan keras dari Madrid tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Donald Trump yang mengancam akan memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Konflik di Timur Tengah masih berlangsung hingga kini setelah dimulai dengan serangan rudal dan misil oleh Israel serta Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Serangan awal itu menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei beserta istri menantu serta cucunya bersama beberapa petinggi militer senior lainnya.

Republik Islam Iran berhasil bertahan dari serangan tersebut dan segera melancarkan serangan balasan menggunakan rudal serta drone ke wilayah pendudukan Israel serta berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Pangkalan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab Qatar Kuwait Bahrain dan Arab Saudi dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan balasan dari Iran.

Beberapa negara Arab tersebut kemudian menyatakan kemarahan karena wilayah mereka turut menjadi sasaran serangan balasan dari pihak Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved