
Repelita Beirut - Serangan udara Israel yang menargetkan lingkungan Burj al-Barajneh di pinggiran selatan Beirut pada Sabtu 14 Maret 2026 menghantam dua gedung di wilayah tersebut yang berdekatan dengan markas besar pemerintahan Lebanon.
Sebuah foto yang beredar menunjukkan spanduk para pemimpin Hizbullah yang tewas Hassan Nasrallah dan Hashem Safieddine terpampang di lokasi serangan yang menghancurkan bangunan di sekitar pemukiman padat penduduk.
Dikutip dari Reuters otoritas Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel terhadap wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah telah menewaskan hampir 700 orang sejak eskalasi konflik dimulai.
Selain itu serangan tersebut menyebabkan lebih dari 800 ribu orang mengungsi dari rumah mereka meninggalkan harta benda dan mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.
Serangan udara Israel juga menargetkan lingkungan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut pada hari yang sama menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil.
Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung tinggi di atas bangunan-bangunan yang hancur akibat gempuran rudal Israel.
Wilayah pinggiran selatan Beirut selama ini dikenal sebagai basis utama dukungan Hizbullah dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi.
Serangan Israel ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah sejak pecahnya perang antara Israel dan Iran.
Hizbullah sendiri merupakan sekutu utama Iran yang telah terlibat dalam berbagai pertempuran dengan Israel selama beberapa dekade terakhir.
Krisis kemanusiaan di Lebanon semakin memburuk dengan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
Pemerintah Lebanon melalui otoritas terkait terus mendata jumlah korban tewas dan luka-luka akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut.
Masyarakat internasional mendesak dilakukannya gencatan senjata untuk mencegah semakin banyaknya korban sipil berjatuhan di Lebanon.
Namun hingga saat ini Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan terhadap target-target Hizbullah di Lebanon.
Situasi ini semakin memperumit dinamika konflik di kawasan yang sudah sangat kompleks dengan melibatkan berbagai aktor.
Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi sambil menekan semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan keselamatan warga sipil.
Korban jiwa yang terus bertambah dan pengungsi yang semakin banyak menjadi tragedi kemanusiaan yang memilukan di tengah konflik berkepanjangan.
Foto-foto kehancuran yang beredar di media sosial menjadi saksi bisu betapa brutalnya dampak perang terhadap kehidupan warga sipil yang tidak bersalah.
Warga Beirut yang selamat dari serangan kini harus menghadapi trauma dan kehilangan orang-orang tercinta akibat gempuran rudal Israel.
Rumah sakit di Beirut kewalahan menangani korban luka yang terus berdatangan sementara persediaan obat-obatan semakin menipis.
Organisasi kemanusiaan internasional berupaya menyalurkan bantuan namun terkendala situasi keamanan yang tidak menentu.
Masyarakat Lebanon berharap konflik ini segera berakhir agar mereka dapat kembali membangun kehidupan yang normal.
Namun selama Israel dan Iran masih bersikeras melanjutkan perang, rakyat kecil di Lebanon yang akan terus menjadi korban.
Dunia internasional harus segera bertindak untuk menghentikan tragedi kemanusiaan ini sebelum semakin banyak nyawa melayang sia-sia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

