
Repelita Tel Aviv - Persediaan pencegat rudal milik Israel dilaporkan mulai menipis di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Iran yang telah memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda mereda.
Israel memberi tahu Amerika Serikat terkait kondisi stok interseptor yang semakin terbatas dan berada dalam kondisi kekurangan kritis, informasi yang berasal dari sejumlah pejabat AS yang dilaporkan kepada Semafor.
"Israel memberi tahu Amerika Serikat pekan ini bahwa mereka berada dalam kondisi kekurangan kritis interseptor rudal balistik seiring konflik dengan Iran yang masih berlangsung," tulis laporan itu dikutip dari Reuters pada Minggu 15 Maret 2026.
Keterbatasan stok itu menjadi perhatian serius karena interseptor merupakan komponen penting dalam sistem pertahanan udara Israel untuk mencegat rudal yang masuk ke wilayahnya.
AS sebenarnya telah mengetahui keterbatasan kapasitas interseptor Israel sejak beberapa bulan terakhir, terutama setelah konflik 12 hari pada Juni 2025 yang banyak menguras stok rudal pencegat.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Semafor bahwa Washington telah mengetahui kapasitas pencegat Israel yang terbatas selama berbulan-bulan dan telah mengantisipasi situasi ini .
Pejabat tersebut menambahkan bahwa AS tidak mengalami kekurangan pencegat rudal serupa dan masih memiliki cadangan yang cukup untuk melindungi kepentingannya di kawasan .
"Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan, personel kami di kawasan, dan kepentingan kami," kata pejabat AS itu .
Iran disebut telah mulai menambahkan munisi tandan ke beberapa rudalnya, yang berpotensi mempercepat penipisan pertahanan Israel karena setiap rudal yang membawa sub-munisi membutuhkan beberapa pencegat untuk menetralisirnya .
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran yang masih terus berlanjut hingga saat ini.
Media AS melaporkan bahwa Iran meluncurkan gelombang ke-51 serangan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Raja Sultan di Arab Saudi .
Seorang pejabat AS menegaskan bahwa Israel sedang "mencari solusi" untuk mengatasi kekurangan stok pencegat tersebut, sementara Washington terus memantau perkembangan situasi .
Presiden Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang "hampir tidak terbatas", meskipun para analis telah lama berargumen bahwa cadangan AS lebih rendah dari yang diinginkan militer .
Dalam konflik 12 hari dengan Iran pada Juni 2025, AS menembakkan lebih dari 150 pencegat THAAD, yang diperkirakan mewakili sekitar seperempat dari inventaris AS saat itu .
Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa AS menggunakan pencegat Patriot senilai sekitar $2,4 miliar dalam lima hari pertama konflik saat ini .
Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan departemennya "memiliki semua yang diperlukan untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat" yang dipilih Trump .
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga mengatakan stok AS "lebih dari cukup" untuk mencapai tujuan Trump melawan Iran .
Sementara itu Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan AS di kawasan, dengan klaim telah meluncurkan gelombang serangan ke-51 .
Para analis memperingatkan bahwa ketidakseimbangan antara biaya produksi rudal Iran yang murah dan harga pencegat yang mahal dapat menjadi faktor penentu dalam konflik berkepanjangan ini .
Diperkirakan Iran memproduksi lebih dari 100 rudal per bulan, sementara AS hanya mampu memproduksi 6-7 pencegat per bulan untuk jenis tertentu .
Situasi ini menempatkan Israel dan AS dalam posisi yang sulit karena setiap rudal Iran yang berharga murah membutuhkan pencegat bernilai jutaan dolar untuk menetralisirnya .
Dunia internasional terus memantau perkembangan konflik yang semakin kompleks ini, dengan kekhawatiran bahwa penipisan stok pencegat dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

