Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Foto Tel Aviv beredar, kota hancur usai rudal Iran, IRGC: Kamilah yang tentukan akhir perang

 edit visual geopolitik, hapus Netanyahu dalam lingkaran, langit penuh rudal dan pesawat, logo Repelita kanan atas

Repelita Tel Aviv - Di tengah tudingan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta pembatasan informasi terkait kerusakan akibat perang, sejumlah gambar terbaru Tel Aviv mulai bermunculan di media sosial.

Foto-foto tersebut memperlihatkan kondisi kota itu setelah serangan rudal yang dilancarkan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Melansir laman Haberler, Kamis 12 Maret 2026, banyak bangunan di kota tersebut dilaporkan rusak parah akibat gempuran rudal Iran.

Dalam foto-foto yang beredar di media sosial, jalan-jalan kota terlihat nyaris kosong hingga menyerupai kota mati tanpa aktivitas.

Di beberapa titik bahkan tampak tumpukan puing berserakan, menandakan kerusakan besar di sejumlah area strategis.

Setelah ledakan terjadi, bagian depan beberapa bangunan di sejumlah kawasan terlihat runtuh dan hancur total.

Beberapa di antaranya mengalami kerusakan luas yang berdampak pada lingkungan sekitarnya.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa beberapa sudut Tel Aviv tampak hampir seperti kota tanpa penghuni.

Kondisi itu memperlihatkan dengan jelas dampak serangan yang menghantam kota tersebut secara sporadis.

Di sisi lain, muncul pula tudingan bahwa Netanyahu meminta media serta sejumlah pejabat untuk membatasi penyebaran informasi mengenai tingkat kerusakan di dalam negeri.

Sementara itu, serangan balasan antara Iran dan Israel masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.

Ketegangan di kawasan pun meningkat dari hari ke hari seiring eskalasi yang meluas.

Para pengamat memperingatkan bahwa jika eskalasi serangan dari kedua pihak terus meluas, konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar.

Selasa 10 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan perang melawan Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Meski Trump memberi isyarat bahwa konflik mungkin segera berakhir, ia tetap memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika terus menghalangi jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Gangguan di jalur tersebut diketahui telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dunia.

Minyak mentah Brent Crude acuan internasional sempat menembus harga 119 dolar Amerika per barel akibat ketegangan.

"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Jika Iran melakukan hal seperti itu, mereka akan mendapat serangan yang jauh, jauh lebih keras," kata Trump dikutip dari laman Al Jazeera.

Menanggapi pernyataan Trump, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pihaknya lah yang akan menentukan akhir dari perang di Timur Tengah.

"Kamilah yang akan menentukan bagaimana perang ini berakhir," demikian bunyi pernyataan IRGC seperti dikutip dari laman AFP.

Dalam pernyataan yang sama juga disebutkan bahwa perhitungan dan masa depan kawasan Timur Tengah kini berada di tangan angkatan bersenjata Iran.

Mereka menegaskan nasib kawasan tidak ditentukan oleh pasukan Amerika yang selama ini terlibat.

"Persamaan dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kita, pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang," sambung pernyataan IRGC.

IRGC juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak diekspor dari kawasan tersebut jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved