Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Rudal Iran Bikin Israel Lumpuh hingga Pangkalan AS Tak Berdaya, Kini Trump Takut Washington Diincar

 

 Repelita Jakarta - Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat serta Israel telah memasuki hari ketujuh tanpa ada indikasi akan mereda dalam waktu dekat.

Teheran justru terus memperluas serangan balasannya ke wilayah pendudukan Israel serta berbagai pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Aksi pembalasan tersebut diperkirakan akan berlangsung lama karena Iran menolak segala bentuk negosiasi dengan Washington.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menegaskan dengan tegas bahwa pihaknya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Ia mengkritik Presiden Donald Trump dengan menyatakan bahwa Trump kini khawatir atas kerugian lebih lanjut yang dialami pasukan Amerika.

Ali Larijani menambahkan bahwa Trump telah mengubah slogan America First menjadi Israel First sehingga mengorbankan tentara AS demi ambisi kekuasaan Israel.

Pasukan Korps Garda Revolusi Islam melancarkan gelombang ke-24 Operasi Janji Sejati 4 pada Sabtu dini hari sebagai respons atas agresi tanpa provokasi dari AS dan Israel.

Dilansir dari kantor berita Tasnim News serangan tersebut menargetkan pusat vital wilayah pendudukan.

Tiga rudal dilepaskan Teheran mengarah ke lokasi strategis di Tel Aviv dan diklaim berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

IRGC telah menghantam target-target AS dan Israel di wilayah pendudukan serta negara-negara regional menggunakan rentetan rudal dan drone.

Hingga Maret 2026 Teheran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bagian dari operasi balasan.

Jumlah pangkalan yang terkena dampak bervariasi dengan laporan menyebutkan antara empat belas hingga dua puluh tujuh fasilitas di kawasan Teluk Arab.

Data citra satelit serta laporan spesifik menunjukkan setidaknya enam lokasi militer utama menjadi sasaran serangan rudal dan drone Teheran.

Di antaranya markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama Bahrain mengalami kerusakan parah pada beberapa bangunan penting.

Pangkalan Al Udeid di Qatar yang merupakan salah satu instalasi terbesar AS juga terkena serangan signifikan.

Serangan serupa menyasar fasilitas militer di Kuwait serta Uni Emirat Arab.

IRGC mengklaim serangan tersebut menimbulkan ratusan korban di pihak militer AS sementara Pentagon dan CENTCOM menyatakan sebagian besar proyektil berhasil dicegat.

Presiden Donald Trump pernah mengklaim Iran berencana menyerang Amerika Serikat secara langsung sehingga menjadi alasan utama serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Klaim tersebut tidak didukung bukti intelijen AS sehingga menimbulkan keraguan atas pemicu sebenarnya konflik.

Sumber internal menyebutkan alasan Gedung Putih berubah-ubah dan ancaman langsung dari Iran dianggap dilebih-lebihkan.

Meskipun ada kekhawatiran atas kemampuan rudal IRGC ancaman utama difokuskan pada pusat militer di kawasan konflik bukan serangan langsung ke daratan utama AS.

Bandara Ben Gurion Israel mengalami kekacauan besar dengan ribuan warga memadati terminal untuk melarikan diri dari eskalasi perang.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026 bandara tersebut ditutup beserta seluruh wilayah udara Israel akibat serangan rudal balistik Iran besar-besaran.

Sekitar empat puluh dua ribu penumpang yang dijadwalkan tiba dalam dua hari pertama perang terdampak dengan tiga puluh lima ribu di antaranya warga Israel.

IRGC mengumumkan peluncuran rudal balistik Khorramshahr-4 ke arah Bandara Ben Gurion pada Kamis dini hari.

Rudal dengan hulu ledak berat satu hingga satu koma delapan ton tersebut menargetkan pusat Tel Aviv serta markas Skuadron ke-27 Angkatan Udara Israel di kompleks bandara.

Pernyataan resmi IRGC menyatakan rudal strategis disertai drone berhasil menembus lapisan pertahanan udara dan menciptakan kekacauan bagi pihak agresor.

Video yang beredar menunjukkan warga Tel Aviv berlarian ke bunker di tengah suara sirine meraung dan kepanikan melanda kota.

Sekitar dua ratus sembilan puluh satu ribu warga Israel yang sedang bepergian di luar negeri belum bisa kembali akibat penutupan bandara.

Kementerian Luar Negeri Israel mencatat tujuh puluh empat penerbangan dibatalkan pada 28 Februari dan seratus sembilan puluh satu lagi pada 1 Maret.

Jika penutupan berlanjut hingga 4 Maret jumlah penumpang terdampak diperkirakan mencapai seratus tiga puluh tiga ribu orang.

Pemerintah Israel menyetujui pembukaan terbatas bandara mulai Rabu malam 4 Maret 2026 untuk memulangkan warga yang terjebak.

Menteri Perhubungan Miri Regev mengumumkan operasi 24 jam dengan prioritas inbound hanya untuk repatriasi sekitar seratus ribu warga Israel.

Dalam 24 jam pertama hanya satu pesawat per jam diizinkan mendarat masing-masing membawa sekitar dua ratus orang.

Frekuensi dapat ditingkatkan menjadi dua pesawat per jam jika kondisi keamanan memungkinkan.

Tidak ada penumpang outbound yang diizinkan demi menghindari kerumunan dan risiko serangan rudal lebih lanjut.

Maskapai El Al mulai menjadwalkan penerbangan penyelamatan dari dua puluh dua destinasi termasuk New York Miami Los Angeles Bangkok serta kota-kota Eropa seperti Athena London Paris dan Roma.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved