Repelita Jakarta - Konflik berkepanjangan antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat telah mengubah Bandara Ben Gurion menjadi pusat kepanikan massal bagi ribuan warga Israel yang berusaha melarikan diri dari eskalasi perang.
Sejak pertempuran dimulai pada 28 Februari 2026 bandara utama tersebut ditutup total bersama seluruh wilayah udara Israel akibat serangan rudal balistik besar-besaran dari Teheran.
Penutupan ini sebagai respons langsung atas agresi gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Sekitar empat puluh dua ribu penumpang yang dijadwalkan tiba dalam dua hari pertama konflik terjebak tanpa bisa bergerak dengan tiga puluh lima ribu di antaranya merupakan warga negara Israel.
Kementerian Absorpsi dan Imigrasi Israel mencatat bahwa seratus empat puluh calon imigran dari berbagai negara seperti Rusia Amerika Serikat Prancis Argentina Brasil Inggris Ukraina serta Belgia terpaksa menunda rencana kedatangan mereka.
Banyak calon imigran tersebut telah menjual aset berhenti bekerja dan menarik anak dari sekolah sebelum penerbangan mereka dibatalkan secara mendadak.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan peluncuran rudal balistik Khorramshahr-4 ke arah Bandara Ben Gurion pada Kamis 5 Maret 2026 dini hari waktu setempat.
Rudal dengan hulu ledak berat satu koma lima hingga satu koma delapan ton itu menyasar pusat kota Tel Aviv serta markas Skuadron ke-27 Angkatan Udara Israel yang berada di kompleks bandara.
Pernyataan resmi IRGC menyebutkan bahwa rudal strategis disertai drone berhasil menembus lapisan pertahanan udara regional dan internal sehingga menciptakan kekacauan besar bagi pihak lawan.
Serangan tersebut termasuk dalam gelombang ke-19 Operasi True Promise 4 dengan kode Ya Hassan ibn Ali.
Video dari kantor berita ISNA menampilkan kobaran api besar kerusakan bangunan serta mobil-mobil hancur tertimpa puing di lokasi dampak.
Asap tebal menyelimuti area sementara pecahan struktur berserakan di sekitar lokasi serangan.
Menteri Perhubungan Israel Miri Regev menyetujui pembukaan kembali bandara secara terbatas mulai Rabu 4 Maret 2026 malam untuk operasi evakuasi.
Bandara akan berfungsi selama dua puluh empat jam guna memulangkan sekitar seratus ribu warga Israel yang terjebak di luar negeri.
Proses evakuasi berlangsung rumit dengan hanya satu pesawat per jam diizinkan mendarat pada hari pertama masing-masing mengangkut sekitar dua ratus orang.
Frekuensi dapat dinaikkan menjadi dua pesawat per jam apabila situasi keamanan membaik.
Tidak ada penerbangan keluar yang diizinkan sehingga semua inbound dikhususkan hanya untuk repatriasi demi mengurangi kerumunan dan risiko serangan rudal.
Maskapai El Al menyiapkan penerbangan penyelamatan dari dua puluh dua destinasi termasuk New York Miami Los Angeles Bangkok serta kota-kota Eropa seperti Athena London Paris dan Roma.
Sebuah rudal Iran menghantam bunker sedalam seratus kaki di Beit Shemesh sekitar tiga puluh kilometer barat Yerusalem pada 1 Maret 2026.
Bunker yang seharusnya menjadi tempat perlindungan paling aman justru hancur sehingga menyebabkan setidaknya sembilan korban tewas dan lebih dari dua puluh lima orang terluka.
Wali Kota Beit Shemesh Shmuel Greenberg mengonfirmasi bahwa sebuah sinagog serta bunker di bawahnya mengalami serangan langsung.
Empat dari sembilan korban tewas berada di dalam bunker sinagog tersebut.
Warga setempat Liran Elimelh menceritakan bahwa ia mendengar ledakan besar istri saya terpental oleh ledakan api berkobar rumah-rumah hancur menjadi puing-puing dan saya melihat potongan-potongan tubuh berserakan.
Sebelumnya seorang wanita Filipina berusia tiga puluh dua tahun Mary Ann de Vera tewas setelah rudal Iran menghantam gedung permukiman di Tel Aviv pada Sabtu malam.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menyatakan bahwa pilihan sangat terbatas dan tidak tahu kapan Bandara Ben Gurion akan dibuka kembali.
Ia menyarankan warga Amerika untuk naik bus menuju resor di Sharm el-Sheikh serta Taba di Sinai selatan Mesir.
Perang ini memicu lonjakan harga minyak mentah Brent sekitar lima belas persen hingga bertahan di kisaran delapan puluh empat dolar AS per barel.
Lalu lintas melalui Selat Hormuz yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia turun hingga sembilan puluh persen dari tingkat normal.
Analis Goldman Sachs memperkirakan harga minyak bisa mencapai seratus dolar AS per barel jika gangguan berlanjut selama lima minggu.
Menteri Energi Qatar memperingatkan kemungkinan lonjakan hingga seratus lima puluh dolar AS per barel apabila produksi kawasan terhenti.
Harga gas di Eropa melonjak lima puluh persen pada Senin setelah fasilitas LNG utama Qatar terkena serangan drone.
Anggota Dewan Bank Sentral Eropa Isabel Schnabel memperingatkan bahwa volatilitas geopolitik berpotensi mendorong inflasi sehingga memerlukan kewaspadaan ketat.
Media Israel Times of Israel membantah keberadaan Skuadron ke-27 Angkatan Udara seperti klaim IRGC dan menyatakan itu mungkin merujuk pada Pangkalan Udara Lod yang ditutup permanen sejak 2010.
Penasihat komandan IRGC Hamidreza Moghadamfar mengklaim pasukan Iran telah menyerang markas Staf Umum tentara Israel tiga kali dalam beberapa hari terakhir termasuk kantor milik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pejabat Iran mengancam akan menargetkan reaktor nuklir Dimona jika upaya destabilisasi dari AS dan Israel terus berlanjut.
Situasi ini menunjukkan ironi pahit di mana narasi Tanah yang Dijanjikan selama puluhan tahun kini berubah menjadi medan kepanikan dan pelarian massal warganya sendiri.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

