
Repelita Jakarta - Isu boikot terhadap ChatGPT semakin ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial seiring keterkaitannya dengan kerja sama OpenAI bersama militer Amerika Serikat.
Gerakan bertajuk Cancel ChatGPT atau Batalkan ChatGPT muncul setelah OpenAI menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.
CEO OpenAI Sam Altman secara resmi mengumumkan kemitraan tersebut yang memungkinkan penggunaan model AI perusahaan dalam jaringan rahasia militer Amerika Serikat.
Hingga saat ini lebih dari satu setengah juta orang telah bergabung dalam aksi boikot melalui pembatalan langganan pembagian pesan kampanye di media sosial serta pendaftaran dukungan di situs guitgpt.org.
CEO Anthropic Dario Amodei menyatakan bahwa perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan Pentagon untuk memberikan akses tanpa batas terhadap sistem AI miliknya.
"Dalam sejumlah kasus terbatas kami percaya AI dapat merusak alih-alih membela nilai-nilai demokrasi Beberapa penggunaan juga berada di luar batas kemampuan teknologi saat ini yang dapat dilakukan dengan aman dan andal" kata Amodei seperti dilansir laman Euronews pada Kamis tanggal 5 Maret 2026.
Anthropic pengembang chatbot Claude menjadi satu-satunya perusahaan AI besar yang menolak membuka teknologinya untuk jaringan internal militer Amerika Serikat yang sedang dikembangkan pemerintah AS.
Perusahaan tersebut menghadapi tekanan berupa tenggat waktu dari Departemen Pertahanan AS yang meminta pelonggaran pembatasan etika pada sistem AI.
Jika tidak dipenuhi Anthropic berpotensi kehilangan kontrak bernilai 200 juta dolar AS yang diberikan pada Juli lalu untuk mengembangkan prototipe kemampuan AI canggih guna mendukung keamanan nasional.
Beberapa jam setelah negosiasi dengan pemerintah AS gagal CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan kesepakatan dengan Pentagon melalui postingan di X pada tanggal 28 Februari.
Altman menyatakan bahwa model AI OpenAI akan dimanfaatkan dalam jaringan rahasia militer AS dengan menekankan komitmen militer terhadap keselamatan teknologi.
Ia menilai adanya keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk bekerja sama demi mencapai hasil optimal.
Pengumuman tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengarahkan lembaga federal menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.
Gerakan QuitGPT melontarkan kritik tajam terhadap OpenAI dengan menuduh perusahaan lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan dan kepentingan publik.
QuitGPT juga menyoroti persepsi keliru di kalangan pengguna yang menganggap ChatGPT sebagai satu-satunya asisten AI yang tersedia di pasar.
Mereka mendorong masyarakat beralih ke alternatif lain seperti Confer Alpine Lumo Google Gemini serta Claude.
QuitGPT secara tegas tidak merekomendasikan Grok milik Elon Musk sebagai pilihan pengganti.
"Orang-orang berpikir ChatGPT adalah satu-satunya chatbot yang ada Sudah saatnya untuk mengubah itu" kata QuitGPT.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

