Repelita Riyadh - Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan drone yang mengincar ladang minyak Shaybah setelah sebelumnya kilang Ras Tanura sempat mengalami gangguan operasional akibat serangan serupa.
Mengutip Bloomberg pada Minggu 8 Maret 2026 otoritas keamanan Arab Saudi berhasil mencegat empat unit drone yang mengarah langsung ke fasilitas produksi Shaybah.
Ladang minyak Shaybah memiliki kapasitas produksi sekitar satu juta barel minyak mentah setiap hari dan juga dilengkapi pabrik pemulihan gas alam cair dengan kapasitas mencapai dua koma empat miliar kaki kubik standar per hari.
Di tengah eskalasi ketegangan regional Arab Saudi saat ini sedang mempercepat komunikasi langsung dengan Iran melalui jalur diplomasi tidak resmi guna menahan laju peningkatan konflik.
Beberapa pejabat Eropa menyebutkan bahwa Riyadh kini menggunakan pendekatan diplomatik mendesak dengan Teheran untuk meredakan situasi yang semakin memanas.
Selain mencegat drone ke Shaybah Arab Saudi juga berhasil mengintersep dua rudal balistik yang ditujukan ke Pangkalan Udara Prince Sultan serta sejumlah drone yang terdeteksi di wilayah timur Riyadh.
Sebelumnya pada Senin 2 Maret 2026 Saudi Aramco terpaksa menghentikan sementara operasi kilang Ras Tanura setelah terjadi serangan drone di kawasan tersebut.
Kilang Ras Tanura termasuk salah satu fasilitas pengolahan terbesar di Arab Saudi dengan kapasitas hingga lima ratus lima puluh ribu barel minyak mentah per hari.
Lokasi kilang tersebut berada di pesisir Teluk Persia dekat kota industri Jubail di bagian timur negara tersebut sehingga memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi global.
Upaya pertahanan udara Arab Saudi yang berhasil ini menunjukkan kesiapan sistem pertahanan dalam melindungi aset vital di tengah ancaman yang terus muncul.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

