Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] 3 WNI Hilang Setelah Kapal Tugboat Musaffah 2 Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz

 

Repelita Jakarta - Kader PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden ledakan dan tenggelamnya kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz yang terjadi di tengah eskalasi ketegangan militer kawasan.

Peristiwa itu menimpa pekerja Indonesia yang berada di kapal berbendera Uni Emirat Arab sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka di antara awak kapal.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI tiga warga negara Indonesia masih dinyatakan hilang sementara satu WNI lainnya mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan medis.

Dalam peristiwa tersebut satu pekerja WNI mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan sementara tiga pelaut WNI lainnya masih dinyatakan hilang ujar Guntur dikutip fajar.co.id pada Minggu 8 Maret 2026.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Mercy Chriesty Barends juga mengutuk keras insiden tersebut karena membahayakan keselamatan pekerja migran Indonesia di sektor pelayaran internasional.

Mercy menilai kejadian itu sangat memprihatinkan dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah maksimal untuk menjamin keselamatan serta perlindungan para WNI yang menjadi korban.

Ledakan kapal Musaffah 2 diduga terkait serangan misil di wilayah Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran strategis dunia di tengah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

Insiden terjadi pada Jumat dini hari 6 Maret 2026 sekitar pukul dua pagi waktu setempat sehingga memicu kebakaran besar yang menyebabkan kapal cepat tenggelam.

Kapal tersebut membawa tujuh awak dari berbagai negara termasuk Indonesia India dan Filipina di mana empat orang berhasil diselamatkan sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

Satu WNI yang selamat mengalami luka bakar dan dirawat intensif di rumah sakit Kota Khasab Oman sedangkan tiga WNI lain menjadi fokus utama operasi penyelamatan.

Terdapat satu WNI tambahan yang berada di kapal berbeda pada saat kejadian dan dilaporkan dalam kondisi selamat.

KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat langsung berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab Oman serta perusahaan pemilik kapal Safeen Prestige untuk mempercepat proses pencarian dan investigasi.

Upaya pencarian terus dilakukan di sekitar lokasi karam mengingat kondisi perairan yang menantang di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri telah menghubungi keluarga para awak kapal di Indonesia untuk menyampaikan perkembangan terbaru serta memberikan informasi resmi mengenai kondisi korban.

Pemerintah mendorong penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan tenggelamnya kapal tugboat Musaffah 2.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved