
Repelita Jepara - Suasana duka di sebuah desa di Jepara berubah menjadi perhatian nasional setelah prosesi pemakaman seorang warga bernama Nur Yadi harus melibatkan alat berat crane sehingga menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Pemakaman Nur Yadi yang berlangsung pada 8 Februari 2026 berjalan tidak seperti biasanya karena bobot tubuh almarhum mencapai sekitar dua ratus sembilan puluh kilogram sehingga tidak memungkinkan diangkat secara manual oleh tenaga manusia.
Video yang diunggah di TikTok dan dikutip dari tempa.id memperlihatkan bagaimana crane digunakan sebagai satu-satunya solusi agar proses pemakaman tetap dapat dilaksanakan dengan penuh penghormatan dan keselamatan.
Petugas serta warga setempat bekerja dengan sangat hati-hati ketika menurunkan jenazah secara perlahan dari crane ke dalam liang lahat di tengah isak tangis keluarga yang hadir.
Meskipun penyebab meninggalnya Nur Yadi belum diketahui secara pasti bobot badan yang sangat berlebih diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kepergiannya.
Prosesi pemakaman tetap berlangsung dengan khidmat tanpa mengurangi rasa hormat terakhir kepada almarhum meski situasi tersebut tidak biasa dan memerlukan bantuan alat berat.
Banyak warga desa berbondong-bondong datang untuk memberikan penghormatan terakhir sebagian di antaranya ikut membantu prosesi sementara yang lain merekam momen tersebut.
Video pemakaman menggunakan crane tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari netizen yang melihatnya.
Sebagian netizen menyampaikan rasa duka cita mendalam serta terharu melihat solidaritas warga yang begitu tinggi dalam membantu hingga jenazah dikebumikan dengan layak.
Kehadiran crane di tengah prosesi pemakaman ini menjadi pengingat betapa kuatnya rasa gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi yang sulit sekaligus menjaga martabat almarhum.*
Editor: 91224 R-ID Elok

