Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Terlalu Dini, Wacana Dua Periode Prabowo Dinilai Ganggu Netralitas dan Fokus Kabinet

 Bisakah Prabowo membawa Indonesia jadi kekuatan menengah?

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat selama dua periode menjadi tanda dimulainya tahap baru dalam dinamika kekuasaan yang berpotensi memicu berbagai implikasi politik di dalam tubuh pemerintahan.

Menurutnya meskipun gagasan dua periode tidak melanggar ketentuan konstitusi namun waktu kemunculannya yang relatif dini serta dukungan politik yang muncul terlalu cepat dapat mengubah persepsi elite terhadap arah kepemimpinan termasuk di kalangan anggota kabinet.

Arifki menyatakan bahwa sinyal politik semacam ini biasanya segera ditanggapi oleh berbagai aktor di lingkungan pemerintahan meski respons tersebut tidak selalu berbentuk pernyataan terbuka melainkan melalui penyesuaian strategi dan langkah-langkah internal.

Ia menjelaskan sikap Partai Gerindra yang membuka ruang diskusi mengenai dua periode dapat diartikan sebagai penguatan bahwa orientasi politik jangka menengah mulai terbentuk sehingga fokus tidak lagi sepenuhnya tertuju pada pelaksanaan program pemerintahan saat ini.

Dalam situasi seperti ini kabinet berpotensi memasuki fase yang lebih dipenuhi pertimbangan politik di mana kebijakan publik dan aktivitas kementerian cenderung mendapat interpretasi yang lebih kental bernuansa kepentingan elektoral.

Arifki menambahkan risiko utama bukan pada terhentinya kinerja pemerintahan melainkan pada pembagian fokus di mana program tetap berjalan namun orientasinya mulai bergeser dari pendekatan teknokratis murni menuju kalkulasi politik jangka panjang.

Menurutnya fenomena ini memang sering terjadi dalam sistem presidensial multipartai di Indonesia namun yang menjadi pembeda adalah kecepatan munculnya pembicaraan elektoral sehingga ruang netral bagi kabinet semakin terbatas.

Situasi tersebut juga dapat memengaruhi sikap partai-partai politik lain yang belum menetapkan posisi karena ketidakpastian arah kekuasaan membuka peluang manuver sekaligus meningkatkan intensitas komunikasi politik di luar mekanisme formal.

Arifki menekankan dampak konkret dari wacana ini sangat ditentukan oleh cara elite mengelola sinyal tersebut selama belum ada langkah formal atau keputusan politik yang mengikat maka dinamika masih berada pada tahap permulaan.

Ia mengingatkan bahwa semakin panjang wacana dua periode dibiarkan berkembang tanpa adanya penegasan resmi semakin besar kemungkinan perhatian elite terserap ke ranah politik elektoral sementara agenda kebijakan berjalan di bawah bayang-bayang kontestasi mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved