Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Okta Wirawan: Program MBG Indonesia Bisa Lebih Baik Jika Tiru Jepang, Masak Langsung di Sekolah

 

Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis yang kini menjadi sorotan di Indonesia memiliki tujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak guna mendukung pertumbuhan serta fokus belajar mereka.

Namun pelaksanaan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala mulai dari proses distribusi hingga laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah wilayah.

Pengusaha kuliner Okta Wirawan owner Almaz Fried Chicken membagikan pengalaman pribadinya ketika mengunjungi sebuah sekolah di Jepang di mana program serupa telah berjalan lama dengan hasil sangat baik.

Di Jepang program makan siang sekolah dikenal dengan nama kyūshoku dan dikelola langsung oleh sekolah bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Makanan tidak diantar dari dapur sentral yang jauh melainkan dimasak segar di dapur sekolah oleh koki yang ditugaskan khusus di sana sehingga kualitas gizi kehangatan dan kesegaran terjaga dengan baik.

Menurut Okta model ini juga berpotensi menghemat biaya karena tidak memerlukan anggaran tambahan untuk sewa gedung dapur terpisah maupun transportasi jarak jauh.

Menu makanan dapat disesuaikan secara fleksibel sesuai kebutuhan gizi siswa di setiap daerah sehingga lebih relevan dan efektif.

Di Jepang Kementerian Pendidikan Kebudayaan Olahraga Sains dan Teknologi menjadikan makan siang sekolah sebagai bagian integral dari pendidikan karakter.

Siswa dilibatkan dalam proses pembagian makanan sekaligus belajar mengenai nilai nutrisi kebersihan serta tanggung jawab bersama.

Berbeda dengan kondisi di Indonesia program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah era Presiden Prabowo Subianto masih dalam proses penguatan sistem secara menyeluruh.

Tantangan utama terletak pada pengendalian kualitas dan keamanan pangan yang merata mengingat kondisi geografis serta infrastruktur yang sangat beragam di berbagai wilayah.

Konsep program ini secara keseluruhan sangat positif dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Keberhasilan sejati tidak hanya terletak pada penyaluran makanan melainkan juga pada aspek keamanan mutu gizi efisiensi anggaran serta minimnya risiko negatif seperti keracunan.

Okta Wirawan berharap Indonesia dapat mengadopsi praktik terbaik dari Jepang seperti memasak langsung di sekolah pengawasan ketat serta edukasi gizi bagi siswa.

Dengan demikian program ini bukan sekadar inisiatif sementara melainkan investasi berkelanjutan untuk masa depan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved