Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[PEDAS] Tere Liye Sebut Pemerintahan Indonesia Dungu karena Bekerjasama dengan Penjajah dalam Konflik Gaza

Repelita Jakarta - Penulis ternama Tere Liye menyampaikan pandangan keras mengenai sikap pemerintah Indonesia terkait konflik di Gaza dari Jakarta. Sebagai seorang penulis yang banyak mendalami sejarah melalui karya-karyanya, ia mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan politik yang diambil.

Menurut Tere Liye, pemerintahan Indonesia saat ini menunjukkan tingkat kedunguan yang luar biasa dengan memilih bekerja sama dengan pihak yang dianggap sebagai penjajah dan pelaku genosida. Ia secara khusus menyoroti keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian yang dinilainya tidak efektif menghentikan agresi militer.

Sementara pemerintah sibuk bergabung dengan berbagai forum perdamaian, Israel terus melanjutkan serangan bomnya terhadap wilayah Gaza tanpa ada penghentian yang signifikan. Tere Liye menilai langkah-likah diplomasi tersebut hanya menjadi stempel legitimasi bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melanjutkan kebijakan mereka.

Penulis tersebut menegaskan bahwa pihak yang paling tidak menginginkan solusi dua negara adalah Israel dan Amerika Serikat. Kedua negara ini dinilai terus bersilat lidah dan memutar balik fakta di forum internasional untuk memperoleh dukungan global.

Dalam setiap serangan udara yang terjadi, Israel dan Amerika Serikat selalu berusaha menuduh pihak lain sebagai teroris untuk membenarkan tindakan militernya. Permainan narasi ini didukung oleh platform media sosial besar seperti Facebook dan Instagram yang kerap menghapus konten dukungan bagi pejuang kemerdekaan Palestina.

Meskipun menyaksikan kedunguan politik yang terjadi, Tere Liye menyatakan tidak akan berkecil hati dalam memperjuangkan keyakinannya. Ia meyakini seratus persen bahwa negara Palestina pada akhirnya akan berdiri tegak sebagai entitas yang berdaulat penuh.

Menurut pandangan spiritualnya, sangat mudah bagi Tuhan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina kapan saja yang dikehendaki. Alasan mengapa hal tersebut belum terwujud adalah untuk menguji komitmen dan konsistensi seluruh umat manusia di dunia.

Ujian tersebut bertujuan untuk membedakan mana pihak yang munafik dalam sikapnya, mana yang benar-benar peduli, mana yang bersikap acuh tak acuh, bahkan mana yang justru mendukung pembunuh bayi dan anak-anak di Gaza.

Tere Liye mengutip laporan dari BBC World mengenai serangan terbaru yang terjadi kurang dari dua puluh empat jam sebelumnya. Korban jiwa terus bertambah seiring dengan proses pengangkatan puing-puing bangunan yang hancur akibat bombardir.

Awalnya dilaporkan dua puluh tujuh korban meninggal, kemudian meningkat menjadi tiga puluh dua korban, dengan angka pasti masih menunggu proses evakuasi dan identifikasi yang lebih lengkap. Setiap kali reruntuhan diangkat, selalu ditemukan korban tambahan yang memperparah statistik kemanusiaan.

Situasi ini menunjukkan betapa brutalnya serangan yang terjadi dan betapa mendesaknya kebutuhan untuk menghentikan kekerasan tersebut. Narasi yang dibangun oleh Tere Liye mencerminkan keprihatinan mendalam seorang intelektual terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.

Pandangan ini mewakili suara sebagian masyarakat yang menginginkan sikap lebih tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Palestina. Kritik terhadap pemerintah tidak hanya datang dari kalangan politisi tetapi juga dari para budayawan dan penulis yang memiliki pengaruh luas.

Ketegangan antara idealisme kemanusiaan dan pragmatisme politik terus menjadi bahan perdebatan publik dalam menyikapi konflik internasional. Suara-suara seperti Tere Liye memberikan perspektif alternatif dalam diskursus politik luar negeri Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved