
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tujuh tokoh nasional yang dikenal sebagai pihak oposisi, di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat malam tanggal 30 Januari 2026.
Pertemuan yang berlangsung selama sekitar empat jam ini dihadiri oleh sejumlah figur kritis, di antaranya mantan Ketua KPK Abraham Samad dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.
Selain kedua nama tersebut, hadir pula Peneliti Utama BRIN Prof. Siti Zuhro serta empat tokoh nasional lainnya yang selama ini vokal mengkritik kebijakan pemerintah.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga hadir, menyatakan pertemuan ini membahas tata kelola negara dan upaya bersama membenahi berbagai persoalan nasional.
Sjafrie mengungkapkan salah satu topik serius yang dibahas adalah dugaan kebocoran anggaran negara yang sangat masif. Dia menyebut adanya aliran dana hingga Rp5.777 triliun dari bank-bank Himbara kepada korporasi, angka yang sangat kontras dengan besaran APBN yang hanya sekitar Rp300 triliun.
Presiden Prabowo, melalui pertemuan ini, ingin mengajak berbagai elemen, termasuk yang selama ini berseberangan, untuk bersama-sama mengawal dan memperbaiki pengelolaan negara.
Abraham Samad membenarkan kehadirannya dan menyatakan diskusi berlangsung substantif, mencakup isu penyelamatan sumber daya alam serta tata kelola keuangan negara.
Said Didu, tokoh lain yang hadir, selama ini dikenal kerap menyoroti kinerja BUMN dan kebijakan energi.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan kritik dalam rangka pembangunan nasional yang lebih inklusif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

