Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Relawan Jokowi gelisah para Tokoh Oposisi bertemu dan diterima Presiden Prabowo

 

Repelita Jakarta - Pengamat politik Erizal menganalisis bahwa relawan pendukung Jokowi melalui organisasi Bara JP langsung menunjukkan sikap kuda-kuda menyusul pertemuan sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo baru-baru ini.

Menurut Erizal, David Pajung selaku Wakil Ketua Umum Bara JP menyatakan bahwa beberapa orang yang baru saja bertemu Presiden Prabowo memiliki rekam jejak yang tidak baik selama masa kekuasaan mereka sebelumnya.

Erizal menjelaskan bahwa menurut pandangan David Pajung, tokoh-tokoh tersebut pernah memegang kekuasaan namun justru meninggalkan catatan negatif termasuk pernah ditangkap, dipenjara serta berbagai persoalan hukum lainnya di masa lalu.

Erizal mencatat bahwa David Pajung menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan adanya pertemuan tersebut karena hal itu dianggap sah-sah saja dilakukan.

Menurut analisis Erizal, David Pajung bahkan memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo yang bersedia bertemu berbagai pihak dan menyamakan sikap itu dengan kebiasaan Presiden Jokowi yang dikenal mudah memaafkan orang yang pernah menyakitinya.

Erizal menyebut sikap pemaaf semacam itu menjadi salah satu ciri khas utama relawan Jokowi yang kini juga menyampaikan pujian kepada Prabowo sambil tetap menonjolkan nilai-nilai positif dari Jokowi.

Erizal menambahkan bahwa meskipun menganggap pertemuan itu sah, David Pajung mengingatkan agar tidak ada permintaan yang bersifat tidak wajar seperti tuntutan untuk mengganti ini atau mengganti itu dari pihak yang bertemu.

Menurut Erizal, pernyataan tersebut mencerminkan adanya ketidaknyamanan dari kalangan relawan Jokowi terhadap kehadiran tokoh-tokoh yang dianggap memiliki masa lalu bermasalah dalam pertemuan dengan presiden.

Erizal mengungkapkan bahwa sebagian tokoh yang hadir dinilai pernah berada di kubu berseberangan dengan Prabowo pada Pilpres sebelumnya namun kini tampak merasa lebih unggul setelah pertemuan tersebut.

Erizal menyatakan bahwa di sisi lain para pendukung yang telah lama dan konsisten membela Prabowo merasa seperti dikesampingkan atau bahkan sengaja dijauhi karena tidak mendapat kesempatan audiensi serupa.

Menurut Erizal, padahal di antara yang bertemu juga terdapat individu yang sebelumnya memang pernah memberikan dukungan kepada Prabowo.

Erizal menjelaskan bahwa relawan Jokowi yang kini menyatakan dukungan kepada Prabowo lebih didasari oleh keberadaan Gibran ketimbang dukungan langsung kepada Prabowo sendiri.

Erizal mencatat bahwa Ade Armando pernah menyatakan dengan tegas bahwa dukungannya kepada Prabowo semata-mata karena Presiden Jokowi memberikan restu kepada pasangan tersebut.

Menurut Erizal, penilaian yang menyebut tokoh-tokoh tersebut memiliki catatan buruk di masa lalu dianggap sebagai kritik keras dari relawan Jokowi yang cenderung memposisikan diri sebagai kelompok paling bersih secara moral.

Erizal menambahkan bahwa Presiden Prabowo sendiri pernah mengakui bahwa di masa lalu hukum sering kali dijadikan instrumen politik atau alat kekuasaan.

Erizal menyatakan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk memperbaiki berbagai penyimpangan tersebut sekaligus melakukan langkah merangkul semua elemen masyarakat.

Menurut analisis Erizal, dari sisi politik jangkauan Presiden Prabowo dinilai jauh lebih luas dibandingkan pemimpin sebelumnya karena ia mampu meluangkan waktu panjang untuk menerima berbagai kelompok masyarakat.

Erizal mencatat bahwa beberapa waktu lalu Presiden Prabowo menerima kelompok jurnalis senior kemudian bertemu dengan pihak-pihak kritis serta pembuat opini dan rencananya akan terus diperluas ke berbagai kalangan lainnya.

Menurut Erizal, berbeda dengan praktik di masa lalu tidak ada lagi alokasi pembayaran kepada buzzer maupun influencer untuk mendukung kebijakan pemerintah.

Erizal menyarankan bahwa dulu Presiden Jokowi pernah mengundang komedian atau pelawak ke Istana sehingga Presiden Prabowo juga bisa melakukan hal serupa dengan mengundang tokoh seperti Pandji Pragiwaksono agar kritik melalui humor menjadi lebih tajam dan bermakna substansial.

Erizal menyimpulkan bahwa negeri ini memang terkadang memerlukan tawa karena sudah terlalu lama menanggung beban penderitaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved