Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ambisius! Kapolri dan Jokowi, Pejuang Kepentingan Masing-Masing?

 Kapolri dan Jokowi Pejuang bagi Kepentingannya Masing-masing

Repelita Jakarta - Pengamat politik Erizal dari ABC Riset & Consulting menyoroti kesamaan antara Kapolri dan Presiden Jokowi sebagai pejuang yang gigih bagi kepentingan masing-masing.

Erizal menilai, kesamaan ini terlihat jelas bagi siapa saja yang jeli dan terbuka terhadap perkembangan terkini.

Di hadapan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas menginstruksikan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan jika ada pihak yang menginginkan Polri berada di bawah kementerian.

Hal ini menunjukkan bahwa posisi Polri saat ini adalah harga mati yang harus diperjuangkan sekuat tenaga.

Sementara itu, Jokowi di hadapan Rakernas I PSI di Makassar berpidato dengan semangat akan bekerja mati-matian untuk PSI.

Bahkan, Jokowi sampai keseleo lidah dalam mengucapkan kata "mati-matian".

Teriakan Jokowi ini disambut meriah oleh peserta Rakernas PSI, sementara perintah Kapolri untuk berjuang sampai titik darah penghabisan mendapat tepuk tangan dari anggota Komisi III DPR RI.

Erizal menilai aneh sikap anggota Komisi III yang bertepuk tangan atas perintah Kapolri tersebut.

Ketua Komisi III Habiburokhman bahkan bersaksi bahwa hal itu adalah bentuk loyalitas Kapolri kepada Presiden, bukan pembangkangan.

Namun, Erizal menyoroti bahwa Presiden Prabowo justru membuka opsi Polri berada di bawah kementerian di hadapan kelompok kritis yang baru-baru ini bertemu dengannya.

Erizal juga mengkritik tindakan Habiburokhman yang terlalu maju dan pasang badan, karena sebagai petinggi Gerindra, seharusnya ia merasa malu.

Menurut Erizal, wajar jika Jokowi bekerja mati-matian untuk PSI karena ketua umumnya adalah anak bungsunya dan yang akan diusung adalah anak sulungnya.

Namun, tidak wajar jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan agar Polri tidak berada di bawah kementerian.

Erizal menilai hal itu agak lawak karena anak buah tiba-tiba ingin menjadi bos atau penentu di negeri ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved