Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Prabowo Marah Besar Peringatan MSCI Ancam Kehormatan Negara, Hashim: Banyak Investor Ritel Jadi Korban

 Edit gambar Prabowo Subianto di podium dengan latar Moody's dan overlay data IHSG. Hapus bendera Indonesia dari gambar dan tonjolkan layar data IHSG sebagai elemen utama di latar belakang. Fokus pada indeks IDX Composite 6427.64 naik 0.50%, serta grafik dan angka pasar saham.

Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meluapkan kemarahan luar biasa setelah pengumuman peringatan dari Morgan Stanley Capital International memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan hingga dua kali trading halt dalam waktu beruntun.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menceritakan secara terbuka kemarahan kepala negara saat memberikan pernyataan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).

"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," ujar Hashim di hadapan awak media.

Menurut adik kandung Presiden Prabowo tersebut, kemarahan itu dipicu oleh penilaian bahwa peringatan MSCI telah mencoreng martabat Indonesia di kancah investasi global dan menyebabkan kerugian besar di kalangan investor ritel.

"Investor ritel, banyak yang menjadi korban, kan? Banyak yang menjadi korban. Jadi ini sangat penting," tegasnya dengan nada tinggi.

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa reputasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia ikut terpertaruhkan dalam pusaran gejolak pasar yang dipicu oleh evaluasi lembaga pemeringkat internasional tersebut.

Hashim menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap otoritas pasar modal sebagai wujud komitmen menjaga kredibilitas dan kehormatan negara di mata dunia.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," imbuh Hashim.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan rendahnya jumlah saham yang beredar bebas atau free float di pasar modal Indonesia.

Otoritas pasar modal diberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan perbaikan signifikan, dengan ancaman penurunan bobot dalam indeks Emerging Market, atau skenario terburuk berupa degradasi ke kategori Frontier Market jika tidak ada pembenahan sistemik.

Tekanan besar akibat gejolak pasar saham ini telah memicu gelombang pengunduran diri massal pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada akhir Januari lalu.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menjadi pejabat pertama yang menyampaikan pengunduran diri, disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten Transaksi Efek Pemeriksaan Khusus Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Aditya Jayaantara.

Tak berselang lama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara turut mengambil keputusan serupa dengan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Publik dan pelaku pasar kini menanti langkah konkret pemerintah dalam merespons tenggat waktu perbaikan yang diberikan MSCI serta upaya pemulihan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional pascagempa kepemimpinan di dua institusi pengawas tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved