Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Perubahan Ekspresi Maskulinitas Pria Dipengaruhi Pola Asuh, Lingkungan Sosial, Gaya Hidup, dan Nilai Spiritual

 lulusan bencong (1) | Aripitstop.com

Repelita Jakarta - Istilah bencong kerap dipakai secara umum di kalangan masyarakat untuk merujuk pada pria yang menampilkan sikap feminin dalam perilakunya.

Namun demikian, pemahaman mengenai identitas serta ekspresi gender seseorang merupakan hal yang rumit dan tidak dapat direduksi hanya ke satu aspek tertentu saja.

Sejumlah pandangan menyatakan bahwa pergeseran sifat maskulin pada pria dewasa ini tidak semata-mata berasal dari faktor keturunan, melainkan lebih dominan dipengaruhi oleh cara pembentukan kehidupan serta kondisi sosial di sekitarnya.

Pola pengasuhan yang terlalu memanjakan anak laki-laki tanpa menanamkan disiplin, rasa tanggung jawab, serta kebiasaan menghadapi kesulitan dapat menyebabkan hilangnya ketahanan jiwa.

Dalam berbagai tradisi budaya, sifat kejantanan dibentuk melalui pembiasaan bertanggung jawab, mandiri, dan berani mengambil risiko sejak usia dini sehingga jika aspek tersebut absen maka kepemimpinan serta ketegasan menjadi lemah.

Arus globalisasi menghadirkan beragam nilai dan cara hidup baru yang masuk tanpa hambatan apabila tidak ada filter kuat dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Media sosial, tren hiburan, serta tokoh publik turut membentuk cara pandang terhadap identitas dan peran gender sehingga ketika nilai lokal serta ajaran agama tidak lagi menjadi landasan utama maka tolok ukur maskulinitas pun mengalami perubahan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan berlebih, minim aktivitas fisik, serta gaya hidup serba cepat diyakini oleh sebagian pihak memengaruhi tingkat energi dan keseimbangan hormon tubuh.

Walaupun faktor biologis tetap bersifat rumit dan tidak dapat disederhanakan, pola hidup kontemporer memang memberikan dampak terhadap perubahan fisik maupun psikis pada generasi sekarang.

Lingkungan pertemanan memegang peranan besar dalam pembentukan jati diri seseorang sementara hiburan tanpa pengendalian, materi pornografi, serta komunitas yang tidak mendukung pembinaan karakter dapat membentuk pola pikir dan tindakan tertentu.

Apa yang sering diamati dan diserap secara berulang pada akhirnya memengaruhi persepsi diri individu tersebut.

Dalam ajaran Islam, laki-laki memiliki kedudukan sebagai qawwam yang berarti pemimpin sekaligus pelindung dalam keluarga sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sehingga peran tersebut mengharuskan adanya tanggung jawab, ketegasan, dan komitmen moral yang tinggi.

Apabila nilai spiritual mulai memudar maka fondasi pembentukan karakter juga menjadi rapuh.

Perubahan sifat serta cara ekspresi pria pada masa kini tidak dapat dijelaskan dengan satu penyebab tunggal melainkan merupakan gabungan dari pola asuh, pengaruh budaya, lingkungan sosial, gaya hidup, serta keyakinan yang dipegang.

Yang utama adalah bagaimana keluarga beserta masyarakat membentuk generasi laki-laki yang sehat jasmani, dewasa emosional, tangguh mental, dan teguh spiritual tanpa harus merendahkan atau mengadili orang lain.

Bagi orang tua di masa sekarang disarankan untuk lebih arif dalam mengawasi pergaulan anak serta berupaya memahami berbagai hal mengenai kehidupan mereka.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved