Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Guru SMKN 3 Tanjabtim Dikeroyok Siswa Usai Tampar Murid, Akhirnya Acungkan Celurit demi Membela Diri

 

Repelita Jambi - Sejumlah siswa SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang gurunya yang terekam dalam video berdurasi tiga menit dua puluh delapan detik dan kini menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Rekaman tersebut menampilkan guru yang bersangkutan terlibat perdebatan sengit dengan muridnya sebelum situasi berubah menjadi kekacauan yang melibatkan kekerasan fisik.

Pengeroyokan diduga dipicu oleh ucapan bernada hinaan yang membuat amarah siswa memuncak sehingga pertengkaran lisan berubah menjadi aksi adu pukul.

Awalnya hanya berupa cekcok mulut namun lambat laun suasana menjadi ricuh dengan beberapa siswa diduga ikut menyerang guru secara langsung.

Dalam video terlihat banyak siswa berkumpul di sekitar lokasi kejadian di mana sebagian tampak menyaksikan sementara yang lain turut ambil bagian dalam kekerasan tersebut.

Lingkungan sekolah menjadi gaduh dan langsung menarik perhatian publik setelah video viral tersebut beredar.

Korban pengeroyokan Agus Saputra mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa tiga belas Januari dua ribu dua puluh enam saat ia sedang berjalan di depan kelas.

Ia mendengar salah satu siswa menegurnya dengan kata-kata yang dianggap tidak sopan dan tidak hormat serta menggunakan ungkapan yang tidak pantas di tengah proses belajar.

Agus Saputra kemudian memasuki ruang kelas untuk meminta siswa yang bersangkutan mengakui siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.

Siswa itu akhirnya mengakui namun bukannya meminta maaf malah menunjukkan sikap menantang terhadap gurunya.

Menanggapi tantangan tersebut Agus Saputra mengakui bahwa ia secara refleks menampar siswa dimaksud sebagai bentuk teguran dan pendidikan moral.

Reaksi siswa semakin emosional sehingga memerlukan mediasi oleh guru-guru lain untuk menenangkan situasi.

Sejumlah siswa lain menyebutkan bahwa Agus Saputra pernah menggunakan kata miskin terhadap salah satu murid yang menjadi salah satu pemicu keributan.

Agus Saputra membantah bahwa ucapannya bersifat menghina dan menjelaskan bahwa kata tersebut hanya digunakan dalam konteks motivasi secara umum.

Ia menyatakan bahwa pernyataannya bertujuan mengingatkan agar siswa yang kurang mampu secara ekonomi tidak berperilaku berlebihan dan tetap menjaga sikap.

Dalam proses mediasi bersama guru lain Agus Saputra memberikan opsi kepada siswa untuk membuat petisi jika mereka tidak ingin ia melanjutkan mengajar di kelas tersebut.

Ia juga meminta para siswa untuk melakukan perubahan perilaku namun siswa justru menuntut agar guru tersebut menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

Mediasi tidak mencapai kesepakatan sehingga ketegangan berlanjut hingga jam pelajaran berakhir pada sore hari.

Beberapa siswa yang masih tidak puas kemudian mengancam Agus Saputra dan melemparinya dengan batu.

Dalam kondisi terdesak Agus Saputra mengambil celurit yang tersedia di kantor sekolah karena SMK tersebut berfokus pada bidang pertanian dan mengacungkannya sebagai gertakan agar siswa bubar.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut murni untuk membela diri tanpa niat menyakiti dan pada kenyataannya para siswa tidak membubarkan diri malah semakin melempar batu.

Usai kejadian Agus Saputra melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan harapan agar pihak berwenang dapat menengahi dan menyelesaikan masalah secara adil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved