
Repelita Jakarta - Sebuah perhitungan alternatif penggunaan anggaran negara senilai Rp335 triliun ramai diperbincangkan di platform media sosial.
Narasi tersebut membandingkan alokasi dana untuk program makan siang dengan sejumlah kebutuhan pokok lain yang dinilai mendesak.
Perhitungan itu menyebutkan dana sebesar itu dapat menghidupi biaya pendidikan tinggi hingga strata satu secara cuma-cuma bagi sekitar 3,3 juta mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka.
Angka yang sama juga disebut mampu membangun fasilitas kesehatan baru berstandar internasional sebanyak 670 unit rumah sakit yang sekaligus membuka lapangan kerja luas.
Di sektor pendidikan dasar dan menengah, dana tersebut diklaim cukup untuk merehabilitasi total sebanyak 167 ribu bangunan sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak.
Selain infrastruktur, anggaran tersebut juga dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan sekitar 5,5 juta guru honorer dengan menaikkan tunjangan bulanan mereka menjadi Rp5 juta per orang.
Perbincangan ini muncul menyusul informasi mengenai rencana alokasi dana program Makan Siang Gratis pada tahun 2026 yang diunggah oleh akun Indonesian Pop Base @iPopBase pada 12 Januari 2026.
Unggahan tersebut telah ditayangkan lebih dari 312 ribu kali dan memicu berbagai analisis mengenai skala prioritas pembangunan nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

