
Repelita Jakarta - Aktivis media sosial John Sitorus melontarkan tantangan terbuka kepada para pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sering memuji ketampanan serta kecerdasan figur tersebut.
Tantangan itu muncul di tengah hujatan dari sebagian pendukung keluarga mantan Presiden Joko Widodo yang menyebut komika Pandji Pragiwaksono sebagai sampah.
Perbandingan tersebut semakin memanas seiring sorotan terhadap materi stand up comedy Pandji yang dianggap menyentuh nama Gibran.
Kontroversi berawal dari pertunjukan spesial Mens Rea yang dinilai sebagian pihak sebagai serangan terhadap Wakil Presiden.
Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa karya tersebut tidak ditujukan untuk menyerang kelompok atau individu spesifik.
Banyak penonton salah mengartikan arah kritik dalam penampilannya.
“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” kata Pandji seperti dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Sasaran sebenarnya dari materi tersebut adalah masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.
John Sitorus merasa kesal dengan pernyataan yang membandingkan kecerdasan Gibran dengan Pandji sambil menyebut yang terakhir sebagai sampah.
Ia menantang untuk membuktikan klaim tersebut secara adil.
“Katanya Gibran Cerdas, Pandji S4mpah. Kalo begitu mari kita uji,” tulisnya pada Jumat (9/1/2026).
John mengusulkan debat terbuka antara Pandji Pragiwaksono dan Gibran Rakabuming Raka sebagai cara menguji siapa yang benar-benar cerdas.
Debat itu diharapkan disiarkan secara langsung agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat.
“Debat terbuka & live, Pandji Pragiwaksono vs Gibran Rakabumingraka,” jelasnya.
Aturan yang diusulkan mencakup larangan membawa catatan, tanpa dukungan tim, tanpa fasilitas negara, serta tanpa alat bantu pendengaran.
"Tanpa contekan, tanpa tim, tanpa APBN, tanpa earpiece utk menguji validasi siapa yang cerdas dan siapa yang s4mp4h,” terangnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

