Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sempat efisiensi, Kemenkeu akhirnya buka blokir anggaran Rp206,4 triliun

 Sempat Efisiensi, Kemenkeu Akhirnya Buka Blokir Anggaran Rp206,4 Triliun

Repelita Jakarta - Kementerian Keuangan telah membuka kembali pemblokiran anggaran sebesar 206,4 triliun rupiah dari total pemotongan awal yang mencapai 306,7 triliun rupiah pada tahun 2025.

Pemblokiran tersebut berasal dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang diterbitkan pada Januari untuk melakukan efisiensi belanja pemerintah pusat serta transfer ke daerah.

Pembukaan kembali sebagian dana dilakukan secara bertahap sepanjang tahun guna menjamin kelancaran operasional dasar dan program prioritas.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan penjelasan tersebut dalam konferensi pers evaluasi APBN 2025 pada 8 Januari 2026.

Dana yang dilepaskan kembali dimaksudkan agar kegiatan operasional kementerian tetap berjalan serta penyaluran bantuan sosial tidak terganggu.

Meskipun ada efisiensi, kebutuhan belanja meningkat sehingga pemerintah tetap memberikan anggaran belanja tambahan.

Realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir Desember 2025 mencapai 2.602,3 triliun rupiah.

Angka tersebut masih di bawah pagu APBN yang ditetapkan sebesar 2.701,4 triliun rupiah.

Efisiensi bersih yang berhasil dicapai mencapai sekitar 100 triliun rupiah setelah memperhitungkan pembukaan blokir.

Pemerintah melakukan penyesuaian fleksibel melalui pergeseran anggaran untuk mendukung seluruh program utama.

Belanja kementerian dan lembaga menjadi komponen terbesar dalam postur belanja negara tahun lalu.

Realisasi belanja kementerian dan lembaga mencapai 1.500,4 triliun rupiah atau 129,3 persen dari pagu APBN.

Sementara belanja non kementerian dan lembaga hanya terealisasi 1.102 triliun rupiah atau 71,5 persen dari target.

Terdapat lonjakan belanja signifikan pada akhir tahun khususnya di sektor kementerian dan lembaga.

Dibandingkan November 2025, realisasi belanja kementerian dan lembaga melonjak sekitar 389 triliun rupiah pada Desember.

Peningkatan tersebut berasal dari anggaran tambahan serta pergeseran dana termasuk dari cadangan bencana.

Dinamika fiskal tahun 2025 dipengaruhi efisiensi awal, pengalihan dividen BUMN, serta faktor eksternal seperti tarif impor.

Pemerintah memberikan stimulus ekonomi setiap kuartal dengan total puluhan triliun rupiah dari APBN.

Belanja negara secara keseluruhan mencapai 3.451,4 triliun rupiah hingga akhir tahun.

Realisasi belanja tinggi di akhir tahun diharapkan memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved