Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tiang Monorel Mangkrak Dua Dekade Dibongkar, Babak Akhir Proyek Gagal Transportasi Jakarta

 Akhir Riwayat Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta

Repelita [Jakarta] - Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta secara resmi memulai proses pembongkaran seratus sembilan tiang monorel yang telah mangkrak selama bertahun-tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi dan Komisi Pemberantasan Korupsi yang memberikan dukungan penuh terhadap penataan kawasan tersebut.

Proses pembongkaran tiang-tiang tersebut memerlukan anggaran sebesar dua ratus lima puluh empat juta rupiah, sementara penataan keseluruhan kawasan yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, dan selokan diperkirakan menelan biaya sekitar seratus dua miliar rupiah. Pramono Anung meyakini bahwa penataan ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi lebih baik dan berpotensi mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang hadir menyaksikan langsung proses pembongkaran mengungkapkan rasa lega dengan adanya kepastian terhadap proyek yang terbengkalai puluhan tahun tersebut. Dia menceritakan bahwa proyek monorel Jakarta merupakan bagian dari rencana besar jaringan transportasi terintegrasi yang dirancang sejak tahun 2003 untuk menanggulangi kemacetan ibu kota.

Rencana induk transportasi terintegrasi tersebut terdiri dari empat moda utama yaitu Mass Rapid Transit bawah tanah, monorel di atas permukaan, busway dengan lima belas koridor, dan waterway sebagai alternatif transportasi air. Konsep ini dirancang agar masyarakat dapat berpindah dari titik mana pun ke tujuan mereka dengan menggunakan sistem transportasi makro yang terintegrasi.

Proyek monorel sendiri mulai dicanangkan pada tahun 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dengan dukungan investor dari luar negeri. Sayangnya, setelah masa bakti Sutiyoso berakhir pada tahun 2007, proyek tersebut tidak dilanjutkan oleh penerus kepemimpinan di pemerintah provinsi.

Kondisi semakin kompleks ketika pada tahun 2014, Gubernur DKI Jakarta saat itu Joko Widodo memutuskan untuk mengembangkan proyek baru Light Rail Transit yang kini telah beroperasi. Keputusan ini membuat proyek monorel semakin tidak jelas kelanjutannya dan akhirnya mangkrak sepenuhnya, meninggalkan tiang-tiang besi yang dianggap merusak estetika kota.

Sutiyoso menilai langkah pembongkaran yang diambil oleh Gubernur Pramono Anung merupakan tindakan realistis di tengah ketidakpastian proyek monorel yang telah berlarut-larut. Proses panjang dari perencanaan hingga pembongkaran ini mencerminkan dinamika pembangunan infrastruktur di ibu kota yang seringkali dipengaruhi oleh perubahan kebijakan antar periode kepemimpinan.

Pembongkaran tiang monorel menandai babak akhir dari proyek infrastruktur yang sempat menjadi harapan untuk mengurangi kemacetan Jakarta namun akhirnya terbengkalai selama hampir dua dekade. Masyarakat kini menantikan penataan kawasan Rasuna Said yang dijanjikan akan memberikan wajah baru dan meningkatkan fungsi ruang publik di kawasan strategis tersebut.

Ke depan, pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien guna mengatasi permasalahan kemacetan kronis di ibu kota. Pembelajaran dari proyek monorel yang mangkrak ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur transportasi yang lebih baik di masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved